Menghidupkan kembali jiwa yang sudah mati melalui augmented reality (AR)
SEMIOTIKA DALAM FILM KETIKA BERHENTI DI SINI
DOI:
https://doi.org/10.31848/kosa.v3i1.4278Kata Kunci:
Augmented Reality, Semiotika Roland Barthes, Duka Cita, Interaksi Manusia dan Teknologi, Film IndonesiaAbstrak
Penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dalam film “Ketika Berhenti Disini”, yang menggambarkan upaya tokoh utama mengatasi duka cita atas kehilangan kekasih melalui interaksi virtual dengan hologram Ed. Pengembangan teknologi AR yang mampu menggabungkan dunia nyata dan digital secara real-time membuka wacana baru dalam komunikasi massa, terutama dalam menyampaikan pesan simbolik dalam film ini dipilih karena penggunaan teknologi AR sebagai narasi utama dan mengupas kompleksitas emosi kehilangan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi,konotasi dan mitos “menghidupkan kembali jiwa yang sudah mati” melalui teknologi AR. Penelitian ini meggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi visual terhadap adegan-adegan film yang relevan, kemudian dianalisis berdasarkan stuktur tanda Barthes (penanda, petanda, denotasi, konotasi dan mitos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AR dalam film membentuk tanda visual dan naratif yang menggambarkan makna kehilangan dan upaya melampaui batas realitas. Denotasi menggambarkan interaksi nyata dengan sosok yang telah tiada dalam bentuk hologram, konotasi menunjukkan kedalaman emosi dan trauma kehilangan, dan mitos merefleksikan harapan budaya modern akan kehidupan setelah kematian melalui teknologi. Analisis juga mengungkapkan kode-kode pembacaan Barthes (hermaneutik,proaretik,simbolik dan naratif) yang membentuk makna tersirat dalam film. Simpulan film “Ketika Berhenti di Sini” menunjukkan bahwa teknologi AR dapat menjadi alat refleksi emosional, namun tidak dapat mengantikan kehadiran nyata. Penelitian ini menyoroti kompleksitas hubungan manusia dengan teknologi AR dalam konteks duka cita, sekaligus mengkritik potensi ketergantungan yang tidak sehat pada teknologi virtual untuk mengatasi kehilangan.Film ini juga menawarkan refleksi tentang bagaimana budaya modern membangun harapan dan mitos seputar kematian dan teknologi.
Referensi
Al-Fikri, M. H. (2022). “Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Film Squid Game”. Lampung: Program Sarjana Universitas Lampung.
Amara, N. M. (2023). “ Representasi Perilaku Abusive Relationship Pada Film “STORY OF KALE: “When Someone’s In Love” (Doctoral Dissertation, Universitas Nasional).”
Andrianto, N., & Ismail, H. (2022). “Peran Analisis Semiotik Dalam Film The Social Dilemma Dalam Teori “CMC” Computer Mediated Communication. Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media, 1(2), 43-58.” Makassar:Program Sarjana Universitas Hasanuddin.
Duapadang, N. (2019). “Analisis Semiotika Tren Teknologi 4.0 dalam Film Ready Player One” Makassar: Doctoral dissertation, Program Sarjana Universitas Fajar.
Ghaisani, F. A. (2020). “Representasi Kritik Sosial Dalam Film Indonesia (Analisis Semiotika Kritik Sosial Dalam Film Slank Nggak Ada Matinya) (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).”
Jakaria, M. I., Mayasari, M., & Lubis, F. M. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Representasi Makna Kehilangan Film “Generasi 90an: Melankolia”.Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(2), 513-522. Karawang: Program Sarjana Universitas Singaperbangsa.
Serena, D. P., Hani, S. U., Vionita, B. S., & Sohim, B. (2023). Konsep Jiwa Perspektif Ibnu Sina. Media: Jurnal Filsafat dan Teologi, 4(1), 83-90.
Wibisono, P., & Sari, Y. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Bintang Ketjil Karya Wim Umboh Dan Misbach Yusa Bira. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 7(1), 30-4. Jakarta: Universitas Prof. Dr. Mestopo.
Zulfani, S., & Lusiawati, I. (2023). ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PAMERAN" PAKAIAN PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL". KOMUNIKA BANGSA, 1(1), 22-32.
Buku dan Ebook
Andhita, P. R., Sos, S., & Kom, M. I. (2021). Komunikasi Visual (Vol. 1). Zahira Media Publisher.
Saleh, A. A. (2018). Pengantar psikolog. Makassar: Aksara Timur
Taufik, C. M., & Suryana, N. (2022). Media, kebenaran, dan post-truth. Bandung: Cv Widina Bhakti Persada
Wahyuningsih, S. (2019). Film Dan Dakwah: Memahami Representasi Pesan Pesan Dakwah Dalam Film Melalui Analisis Semiotik. Media Sahabat Cendekia.
Sumber dari internet tanpa nama penulis
CloudComputing.id. (n.d.). Apa itu augmented reality. Retrieved from
https://www.cloudcomputing.id/pengetahuan-dasar/apa-augmented-reality, Tanggal akses 1/12/2024. Pk. 20.19
Google Books. (n.d.). Semiotika komunikasi edisi III. Retrieved from
https://books.google.co.id/books/about/SEMIOTIKA_KOMUNIKASI_EDISI_III.html, Tanggal akses 3/11/2024. Pk. 13.00
Volix. (2023). Ketika Berhenti di Sini kisahkan sisi gelap dan terang teknologi AI. Retrieved from
https://volix.co.id/movies/ketika-berhenti-di-sini-kisahkan-sisi-gelap-dan-terang-teknologi-ai, Tanggal akses 3/11/2024.Pk. 18.20






