KOMUNIKASI ANTARUMAT BERAGAMA DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN DI BATALYON ZIPUR 9 UJUNGBERUNG KOTA BANDUNG

Penulis

  • Widia Sari Tresnoati UKRI
  • Fauzan Ahdi Widyaputra Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Rizki Ghassani Universitas Kebangsaan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31848/kosa.v2i2.3756

Kata Kunci:

Batalyon Zipur 9, Hindu, Kristen, Kerukunan Antarumat Beragama, Komunikasi.

Abstrak

Kerukunan antarumat beragama merupakan salah satu pilar penting dalam menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Dalam konteks ini, komunikasi umat beragama menjadi instrumen strategis untuk mempererat hubungan antarumat beragama dan mencegah konflik berbasis perbedaan keagamaan.TNI mempunyai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Hal tersebut, yang mendasari Batalyon Zipur 9 untuk bersikap netral termasuk menjaga kerukunan umat beragama. Dalam prakteknya, Batalyon Zipur 9 Ujungberung mendukung kerukunan umat beragama sehingga dibangun 3 tempat peribadatan bagi 3 agama yang berbeda. Di antaranya, Masjid untuk umat muslim, Gereja untuk umat kristiani baik katholik dan protestan, dan Pura untuk umat Hindu.

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk komunikasi antara umat beragama Hindu dan Kristen dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama di Batalyon Zipur 9 Ujungberung, Kota Bandung. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengurus tempat ibadah dan aparat Batalyon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka dan saling menghargai antara kedua komunitas agama berkontribusi secara relevan terhadap terciptanya kerukunan. Selain itu, kegiatan bersama dan saling mendukung dalam perayaan keagamaan juga memperkuat hubungan antarumat. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi upaya menjaga keharmonisan sosial di masyarakat yang majemuk, serta menekankan peran komunikasi sebagai instrumen strategis dalam mencegah konflik berbasis perbedaan agama.

 

Kata kunci: Batalyon Zipur 9, Hindu, Kristen, Kerukunan Antarumat Beragama, Komunikasi.

Referensi

Arifuddin Ismail. (2010). Refleksi Pola Kerukunan Umat Beragama (Fenomena Keagamaan Di Jawa Tengah, Bali Dan Kalimantan Barat) Jurnal “Analisa” Volume 17 No. 02.

Bagus Eka Wicaksana. (2024). Bentuk – bentuk Komunikasi Antarumat Beragama dalam Menciptakan Kerukunan di Desa Pulau Rakyat Pekan Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan. Vol. 21 No. 2.

Baidi Bukhori. (2022). Toleransi Beragama: Peran Fundamentalisme Agama dan Kontrol Diri. Semarang: Pilar Nusantara.

Brant D. Ruben. Penerjemah Ibnu Hamad. (2014). Komunikasi dan Perilaku Manusia. Jakarta: Rajawali Pers.

Dedy Mulyana. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja. Rosdakarya.

Emma Sargent. (2022). Cara Berbicara Kepada Setiap Orang dalam Setiap Situasi. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Enjang AS dan Aliyudin. (1997). Dasar-Dasar Ilmu Dakwah: Pendekatan Filosofis dan Praktis. Bandung: Widya Padjajaran.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Culture. New York: Basic Books, Inc.

Lexy J. Moleong, (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung, PT Remaja. Rosdakarya.

Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.

Morrisan. (2013). Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Muh. Rizki Saputra. (2023). Budaya Agama di Indonesia Toleransi dan Kerukunan Beragama. Yogjakarta: Salim Sanjaya Media Pustaka.

Nadya Azzahra. (2022). Kewenangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Limbago: Journal of Constitutional Law, Vol. 2 No. 2.

Nurhalima Tambunan. (2022). Komunikasi dalam Membangun Kerukunan Umat Beragama. Purbalingga; Eureka Media Aksara.

Onong Uchjana Effendy. (2006). Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Richard West, Lynn H. Turner. (2013). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi, (Jakarta: Salemba Humanika.

Ristiana Kadarsih. (2009). Teori Penetrasi Sosial dan Hubungan Interpersonal. Jurnal Dakwah, Vol. X No. 1.

Suheri. (2019). Akomodasi Komunikasi. Jurnal Network Media, Vol. 2 No. 1.

Toto Tasmara, (1987). Komunikasi Dakwah. Cet. I. Jakarta; CV. Gaya Media Pratama.

Ummi Nuriya. (2023). Pola Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Menjaga Toleransi Pada Masyarakat Kecamatan Jembrana Bali. Icon: Islamic Communication and Contemporary Media Studies. Vol. 2 No. 2.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-03-20

Cara Mengutip

Tresnoati, W. S. ., Widyaputra, F. A. ., & Ghassani, R. (2025). KOMUNIKASI ANTARUMAT BERAGAMA DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN DI BATALYON ZIPUR 9 UJUNGBERUNG KOTA BANDUNG. KOMUNIKA BANGSA, 2(2), 41–51. https://doi.org/10.31848/kosa.v2i2.3756

Terbitan

Bagian

Articles