RITUAL DALAM PESAN TIGA TUNGKU SATU PERIUK (ETNOGRAFI KOMUNIKASI MASYARAKAT DESA UMAPURA NUSA TENGGARA TIMUR)
DOI:
https://doi.org/10.31848/kosa.v1i1.3301Abstrak
Ritual Tiga Tungku Satu Periuk merupakan salah satu kegiatan yang mana di dalamnya memiliki tiga komponen yaitu adat, agama dan pemerintah. Di dalam ritual ketiga komponen itu juga memiliki ritual nya masing-masing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peristiwa komunikasi, komponen apa saja yang ada di dalam peristiwa komunikasi dan bagaimana hubungan antara komponen ritual Tiga Tungku Satu Periuk pada masyarakat Desa Ternate Umapura, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi komunikasi dengan teori Dell Hymess. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peristiwa komunikasi mengacu pada seluruh perangkat dan komponen yang berinteraksi secara utuh dalam sebuah proses komunikasi. Dalam konteks ritual Tiga Tungku Satu Periuk ini memiliki peran khusus dalam peristiwa komunikasi. Setiap tungku/ batu melambangkan aspek-aspek tertentu seperti adat, agama, dan pemerintah. Komponen komunikasi dapat diidentifikasi peristiwa komunikasi. Komponen etnografi komunikasi adalah sebagai berikut Setting, Participant, End, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms of direction, dan Genre. Berdasarkan analisis komponen etnografi komunikasi, kesimpulan penelitian ini adalah bahwa komunikasi dalam ritual tiga tungku dan satu periuk dapat dipahami melalui isi doa adat, agama dan pemerintahan, meskipun pada dasarnya setiap ritual terkandung dalam tiga komponen ingin itu adat, agama dan pemerintah selalu terkait dengan doa-doa keagamaanReferensi
Darmawan, K. Z. (2008). Penelitian etnografi komunikasi: Tipe Dan Metode. MediaTor (Jurnal Komunikasi), 9(1), 181-188.https://doi.org/10.29313/mediator.v9i1.1142.
Manafe, Y. D. (2020). Analisis Peristiwa Komunikasi Ritual Tofa Lele Pada Kegiatan Bertani Atoni Pah Meto. Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 9(1), 1460-1474. https://doi.org/10.35508/jikom.v9i1.2324.
Pandaiya, D., Ngabalin, M., & Camerling , LY (2021). Pengaruh Budaya “Satu Tungku Tiga Batu†Terhadap Toleransi Beragama Masyarakat Werba Fakfak Papua. Jurnal Misioner , 1 (1), 18-40. https://doi.org/10.51770/jm.v1i1.5.
Sopacua, Y., & Kissya, V. (2022). Ritual Komunikasi dalam Tradisi Aroha di Negeri
Elfule Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura, 1 (1), 1-19. https://doi.org/10.30598/JIKPvol1iss1pp1-19.
Kuang, M. K. (2018). Studi Mengenai Peran Mediasi Tiga Batu Tungku dalam Proses Rekonsiliasi di Jemaat GMIT Imanuel Poliboo Alor (Doctoral dissertation, Program Studi Teologi FTEO-UKSW).
Manafe Y,D, Komunikasi Ritual pada Budaya Bertani Atoni Pah Meto di Timor-Nusa Tenggara Timur, Disetrtasi : Universitas Padjadjaran, Bandung, 2011).
Oktaviani,R (2022. )Komunikasi Ritual Pada Tradisi Sengkure Di Kabupaten Kaur. (doctoral dissertation, Uin Fatmawati Sukarno Bengkulu).
Ibrahim, Abd syukur. 1992. Panduan Penelitian Etnografi Komunikasi. Surabaya : Usaha Nasional.
Kuswarno Engkus 2011. Metode penelitian etnografi komunikasi suatu pengantar dan contoh penelitiannya : Bandung : Widya Padjajaran.
Mulyana, Deddy.2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakary






