REPRESENTASI KOMUNIKASI TRANSENDENTAL PADA KEGIATAN RITUAL PEMBUATAN GERABAH SITIWINANGUN DI DESA SITIWINANGUN CIREBON

Authors

  • Gilang Bintang Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Rizki Ghassani Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Sat

DOI:

https://doi.org/10.31848/jkri.v2i1.3555

Keywords:

Keywords: Sitiwinangun Pottery, Ritual, Transcendental Communication.

Abstract

Abstract: Sitiwinangun Cirebon Pottery or Sitiwinangun traditional pottery has a unique pottery craft product that has been started since prehistoric times until now. The people of Sitiwinangun village until now still believe that a ritual process is still needed for the Karuhun or their ancestors. The process of giving offerings to the spirits of the ancestors before making this Sitiwinangun Cirebon Pottery from prehistoric times until now is still very thick with animistic ritual processes. The motifs and uniqueness of Sitiwinangun pottery are indeed liked by many art lovers in Indonesia and several countries worldwide. So it is not surprising that after the ritual process is carried out before making pottery, the people of Sitiwinangun village strongly believe that the ritual must still be carried out so that the quality and aesthetics of their pottery work are of better quality. Based on the facts, antique and artistic souvenir collectors still widely hunted this pottery artwork. In the life of the Sitiwinangun village community. It is said that to produce an extraordinary quality of work, several rituals must be carried out. The author tries to analyze a Communication Science study using the study of Transcendental Communication Representation in the ritual activities of making Sitiwinangun Pottery in Sitiwinangun Village, Cirebon.

 

 

 

Abstrak: Gerabah Sitiwinangun Cirebon atau Sitiwinangun gerabah tradisional mempunyai keunikan hasil kerajinan gerabah yang sudah dimulai sejak zaman prasejarah sampai sekarang. Masyarakat desa Sitiwinangun sampai saat ini masih percaya bahwa masih diperlukan suatu proses ritual kepada para Karuhun atau para leluhur mereka. Pada faktanya proses memberikan sesajen kepada arwah para leluhur sebelum membuat Gerabah Sitiwinangun Cirebon ini semenjak zaman prasejarah sampai dengan sekarang masih sangat kental dilaksanakan proses ritual yang bersifat animisme. Motive dan keunikan gerabah khas Sitiwinangun memang disukai banyak pecinta seni di Indonesia maupun di beberapa negara-negara di dunia ini. Maka tak heran setelah dilaksanakan proses ritual sebelum membuat gerabah masyarakat desa Sitiwinangun mereka sangat percaya bahwa pelaksanaan ritual masih harus tetap dilaksanakan agar kualitas dan estetika hasil karya gerabah mereka menjadi lebih baik kualitasnya. Berdasarkan fakta, karya seni gerabah ini sampai saat ini masih banyak diburu oleh para kolektor suvenir antik dan artistik.  Dalam kehidupan masyarakat desa Sitiwinangun. Konon, untuk menghasilkan suatu kualitas karya yang luar biasa, ada beberapa ritual yang harus dijalani. Penulis mencoba menganalisa suatu penelitian Ilmu komunikasi dengan menggunakan kajian Representasi Komunikasi Transendental pada kegiatan ritual pembuatan Gerabah Sitiwinangun di Desa Sitiwinangun, Cirebon.

 

     

References

Damardjati,R.S. (1989). Istilah-Istilah Dunia Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita. Department of Information The Republic of Indonesia. (1991). Official Handbook Indonesia.

Jakarta: Percetakan Negara Indonesia.

Mulyana, Deddy. (2013). Kapita Selekta Komunikasi: Pendekatan Budaya dan Agama. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Hawani, Drs.,Mulyana,W, Drs.,Permana, S.S.,Martadinata, A, Drs. (1995). Sumber Mengenal Objek Wisata Jawa Barat .Penerbit Andira.

Insckep, Edward. (1991). Tourism Planning, An Integrated and Sustainable Development Approach. New York: Van Nortrand Reinhold.

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Marbun, S.P.H, (2001). Pariwisata Selayang Pandang I. Bandung: STBA Yapari-ABA Bandung.

Mcintosh Robert W, Professor Emeritius. (1997). Tourism Principles, Practices, Philosophies.

Michigan State University of Colorado.

Soemardjo, Jacob. (2004). Filosofi Tari Topeng Kacirebonan. Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung.

Spillane, J. James DR. (1987). Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Yogjakarta: Kanisius.

Subino. (2003). Bimbingan Skripsi. Bandung: STBA Yapari-ABA Bandung.

Thohir, Mudjahirin. (2011). “Metodologi Penelitian untuk Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora” dalam Tohir, Mudjahirin (Ed.) Refleksi Pengalaman Penelitian Lapangan: Ranah Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora. Semarang: Penerbit Fasindo

Thohir, Mudjahirin. (2011) Bahan Bacaan : Teori – Teori Kebudayaan. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

West Java Government Tourism Office. (1985). West Java Golden Viseage. Jakarta: PT.Lithopia Offset.

West Java Government Tourism Office. (1998). Guide to Indonesia West Java. Bandung: PT. Sanggar Emas Jaya.

Downloads

Published

2024-11-18

How to Cite

Bintang, G., Ghassani, R., & Raditiyanto, S. (2024). REPRESENTASI KOMUNIKASI TRANSENDENTAL PADA KEGIATAN RITUAL PEMBUATAN GERABAH SITIWINANGUN DI DESA SITIWINANGUN CIREBON. JURNAL KEBANGSAAN RI, 2(1), 46–53. https://doi.org/10.31848/jkri.v2i1.3555

Issue

Section

Articles