TARI TOPENG KACIREBONAN TRADISI KESENIAN BANGSA YANG HARUS DILESTARIKAN

Authors

  • Rizqi Ghassani
  • Satria Raditiyanto Universitas Kebangsaan Republik Indonesia
  • Purwadi

DOI:

https://doi.org/10.31848/jkri.v1i2.3406

Keywords:

Kata kunci: Tari Topeng Kacirebonan, Kajian Teori Kebudayaan Analisis Text, Makna symbol.

Abstract

Tari topeng kacirebonan adalah salah satu peninggalan tradisi kebudayaan nenek moyang kita semenjak abad ke 12 di era kerajaan Majapahit, Pada saat tersebut tari topeng mulai diperkenalkan kepada keluarga kerajaan-kerajaan di daerah Majapahit dan sampai ke Demak. Dari Demak tarian ini terbawa bersama penyebaran pengaruh politik Demak. Demak yang pesisir ini memperluas pengaruh kekuasaan dan Islamisasinya di seluruh daerah pesisir Jawa, yang ke arah barat sampai di Keraton Cirebon dan Keraton Banten. Inilah sebabnya berita-berita Belanda menyebutkan keberadaan tarian in di Istana Banten. Banten dan Cirebon, sedikit banyak membawa kebudayaan Jawa-Demak, terbukti dari penggunaan bahasa Jawa lamanya. Tari topeng Cirebon mengundang tanda tanya akibat daya pesonanya yang tinggi, tidak saja di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Tari Panji, yang merupakan tarian pertama dalam rangkaian Topeng Cirebon, adalah sebuah misterium. Sampai sekarang belum ada koreografer Indonesia yang mampu menciptakan tarian serupa untuk menandinginya. Penulis dalam artikel kebudayaan ini membatasi metode penelitian artikel ini dalam kajian teori kebudayaan analisis Text berdasarkan teori kebudayaan Prof. Mudjahirin Thohir dan permasalahannya tentang seputar pencarian makna dari simbol pada tari kacirebonan dengan menggunakan teori yang terkait serta bagaimana symbol-symbol itu di narasikan secara empiris terbatas pada tari topeng Cirebon.

Kata kunci: Tari Topeng Kacirebonan, Kajian Teori Kebudayaan Analisis Text, Makna symbol.

References

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Damardjati,R.S. (1989). Istilah-Istilah Dunia Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita.

Department of Information The Republic of Indonesia. (1991). Official Handbook Indonesia. Jakarta: Percetakan Negara Indonesia.

Hawani, Drs.,Mulyana,W, Drs.,Permana, S.S.,Martadinata, A, Drs. (1995). Sumber Mengenal Objek Wisata Jawa Barat .Penerbit Andira.

Insckep, Edward. (1991). Tourism Planning, An Integrated and Sustainable Development Approach. New York: Van Nortrand Reinhold.

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Marbun, S.P.H, (2001). Pariwisata Selayang Pandang I. Bandung: STBA Yapari-ABA Bandung.

Mcintosh Robert W, Professor Emeritus. (1997). Tourism Principles, Practices, Philosophies. Michigan State University of Colorado.

Soemardjo, Jacob. (2004). Filosofi Tari Topeng Kacirebonan. Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung.

Spillane, J. James DR. (1987). Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Yogjakarta: Kanisius.

Subino. (2003). Bimbingan Skripsi. Bandung: STBA Yapari-ABA Bandung.

Thohir, Mudjahirin. (2011). “Metodologi Penelitian untuk Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora” dalam Tohir, Mudjahirin (Ed.) Refleksi Pengalaman Penelitian Lapangan: Ranah Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora. Semarang: Penerbit Fasindo

Thohir, Mudjahirin. (2011) Bahan Bacaan: Teori – Teori Kebudayaan. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

West Java Government Tourism Office. (1985). West Java Golden Viseage. Jakarta: PT.Lithopia Offset.

West Java Government Tourism Office. (1998). Guide to Indonesia West Java. Bandung: PT. Sanggar Emas Jaya.

Skripsi, Tesis, Disertasi dan Laporan Penelitian

Lasmiyati, (2011), Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Tari Topeng Cirebon Abad XV-XX, Balai Pelestarian Sejarah dan nilai Tradisional, Bandung.

Nopianti, Risa, dan Nada Nur Rofa, (2010), Tari Topeng Cirebon, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Propinsi Jawa Barat, Bandung.

Raditiyanto, Satria. (2005) Tugas akhir, The Sitiwinangun Traditional Art Ceramics As One Of The Tourist Gifts From Cirebon, A Paper, STBA Yapari-ABA Bandung.

Downloads

Published

2024-05-09

How to Cite

Ghassani, R., Raditiyanto, S., & Purwadi. (2024). TARI TOPENG KACIREBONAN TRADISI KESENIAN BANGSA YANG HARUS DILESTARIKAN. JURNAL KEBANGSAAN RI, 1(2), 69–76. https://doi.org/10.31848/jkri.v1i2.3406