PERBEDAAN VARIASI WAKTU KONTAK BUBBLE AERATOR TERHADAP PENURUNAN KADAR MANGAN (Mn) PADA AIR MINUM DI PT. X

Authors

  • Baharudin Lutfi Poltekkes Kemenkes Bandung

Abstract

Air bersih adalah air yang dapat digunakan untuk keperluan minum setelah proses pengolahan yang tepat. juga dapat digunakan untuk keperluan sehari - hari. Standar ini mencakup kualitas fisik, kimia, biologi, sehingga aman untuk dikonsumsi tanpa efek samping yang merugikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari bubble aerator dalam menurunkan kadar mangan pada air minum di PT. X dengan menggunakan variasi waktu kontak bubble aerator 65 menit, 70 menit, dan 75 menit. Jenis penelitian ini adalah pretest - posttest without control dengan menggunakan variasi waktu kontak bubble aerator 65 menit, 70 menit, dan 75 menit terhadap penurunan kadar mangan pada air minum yang dilaksanakan di PT. X. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu grab sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 sampel. Analisa penurunan kadar mangan dilakukan menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Hasil penurunan kadar mangan pada air minum dengan variasi waktu kontak bubble aerator 65 menit dapat menurunkan rata - rata 0,40 mg/L dengan persentase 57%, variasi waktu kontak bubble aerator 70 menit dapat menurunkan rata - rata 0,52 mg/L dengan persentase 73%, dan variasi waktu kontak bubble aerator 75 menit dapat menurunkan rata - rata 0,61 mg/L dengan persentase 86%. Saran dalam penelitian yaitu kepada pihak industri untuk menambahkan pengolahan pada air minum menggunakan metode aerasi dengan bubble aerator untuk menurunkan kadar mangan (Mn) pada air minum dengan waktu kontak 75 menit supaya kadar mangan air minum dibawah standar baku mutu.

Author Biography

Baharudin Lutfi, Poltekkes Kemenkes Bandung

Poltekkes Kemenkes Bandung, Mahasiswa

Downloads

Published

2024-12-31

How to Cite

Lutfi, B. (2024). PERBEDAAN VARIASI WAKTU KONTAK BUBBLE AERATOR TERHADAP PENURUNAN KADAR MANGAN (Mn) PADA AIR MINUM DI PT. X. ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan, 7(2), 72–78. Retrieved from https://journal.angga.us/index.php/envirosan/article/view/3800