ANALISI DAMPAK LINGKUNGAN PT REFINED BANGKA TIN DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT
Abstract
Aktivitas pertambangan dalam skala besar, industri pengolahan hasil tambang, dan pemanfaatan sumber daya mineral telah berkontribusi pada pembangunan ekonomi global namun aktivitas ini juga telah menciptakan banyak masalah ekologi dan lingkungan. Salah satu contohnya yaitu, aktivitas pertambangan timah. Proses penambangan timah dilakukan di darat dan di laut. Penambangan darat dilakukan dengan cara menggali tanah dengan menggunakan pompa semprot, pasir beserta biji timah dialirkan melalui peralatan yang disebut sakan, biji timah yang mempunyai berat jenis lebih besar dari pasir akan terendapkan dan terpisah dari pasir. Penambangan dilaut dilakukan dengan menyedot biji timah dari dasar laut dengan menngunakan kapal keruk atau kapal isap. PT Refined Bangka Tin merupakan Perusahaan tambang timah memulai proses operasionalnya pada tahun 2009 dengan konsentrasi bisnis pada pengolahan dan pemurnian biji timah menjadi timah murni batangan (Ingot). RBT menjadi salah satu produsen Tin Ingot Terbesar di Indonesia. Maka dari itu, RBT memiliki komitmen untuk meminimalkan dampak lingkungan dari kegiatan operasinya. Dalam identifikasi dampak lingkungan, RBT melakukan studi penilaian daur hidup (Life Cycle Assessment). Studi LCA disusun sebagai bentuk komitmen PT. Refined Bangka Tin (RBT) untuk melaksanakan manajemen lingkungan, meminimalisir dampak dan perbaikan berkelanjutan. Dari hasil penilaian dampak tersebut diketahui bahwa proses tambang menghasilkan dampak lingkungan yang dominan yaitu abiotic depletion, land use dan water foodprint akibat penggunaan solar saat proses tambang dan penggunaan lahan. Proses Transportasi dari tambang ke smelter menghasilkan dampak lingkungan dominan yaitu Global Warming, Ozon Depletion, Acidification Potential, Eurtophication Potential, dan Carcinogenic akibat penggunaan solar dan emisi yang dihasilkan selama proses transportasi. Proses Penggunaan Energi dari proses inti (produksi) menghasilkan dampak lingkungan dominan yaitu Global Warming, Ozon Depletion, Acidification Potential, Terrestrial Ecotoxicity dan Carcinogenic akibat penggunaan listrik yang besar, penggunaan solar dan LPG pada proses pendukung produksi.




