PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERDESAAN MELALUI WISATA PERDESAAN

Authors

  • Sri Ratna Wulan Universitas Persatuan Islam

DOI:

https://doi.org/10.31848/ejtl.v5i1.3153

Abstract

Wisata perdesaan merupakan salah satu upaya mendukung kebijakan pemerintah Indonesia untuk menumbuhkan ekonomi non-pertanian dalam mengatasi lemahnya ekonomi di perdesaan. Di samping itu, hal ini dilakukan sebagai upaya pengelolaan lingkungan agar kawasan perdesaan bisa terjaga kelestariannya. Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda- beda untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengelolaan lingkungan pedesaan yang sesuai dengan potensi Desa Cikole. Metode yang digunakan adalah metode gabungan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen pedoman wawancara, kuesioner, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi lingkungan perdesaan yang dapat dikembangkan dari potensi eksisting yang ada di Desa Cikole adalah potensi wisata perdesaan agrowisata yang dikembangkan dari potensi agro-pertanian dan agro-peternakan, serta potensi wisata alam yang dikembangkan dari potensi wana-wisata (wisata berbasis hutan) dan geo-wisata. Adapun model pengelolaan lingkungan perdesaan berbasis wisata yang dapat dikembangkan di Desa Cikole adalah model wisata perdesaan yang menitikberatkan kepada model yang mengintegrasikan agro-wana-geo-wisata yang dapat mengangkat beberapa nilai, diantaranya sebagai pusat kegiatan ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan, kontribusi terhadap lingkungan, kontribusi terhadap ekonomi, nilai rekreasi, dan nilai estetika.

References

Barus, B., Pribadi, D. O., Putra, A. S., O., R., & Hadi, S. (2007). Pengembangan Kawasan Perdesaan dalam RTRW berbasis Karakter lokal dan Lingkungannya. Bogor: LPPM IPB.

Creswell John W. (2012). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Damanik, J dan Weber H.F. (2006). Perencanaan Ekowisata dari Teori ke Aplikasi. Yogyakarta: Puspar UGM dan Andi.

Depdiknas. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Fandel, C. (2004). Peran Dan Kedudukan Konservasi Hutan dalam Pembangunan Ekowisata. Yogyakarta: Penerbit UGM.

Hidayat, Taufik. (2013). Peranan Pertanian Terpadu Sistem Integrasi Padi Ternak dalam Mendukung Pertanian Organik.

Jayadinata Johara T dan I. G. P. Pramandika. (2006). Pembangunan Desa dalam Perencanaan. Bandung: Penerbit ITB.

P2par ITB. (2009). Pedoman Pengembangan Pariwisata Perdesaan Terpadu dan Berkelanjutan Jakarta: Puslitbang Kepar Depbudpar.

Sukmana, Oman. (2005). Model Pengelolaan Lingkungan Binaan Desa Wisata Bunga Pada Kawasam Ekowisata Malang.

Suwantoro, Gamal. (1997). Dasar-dasar Pariwisata Yogyakarta: Penerbit Andi.

Pamulardi, Bambang. (2006). Pengembangan Agrowisata Berwawasan Lingkungan. Tesis. Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Priyanti, Atien. (2007). Dampak Program Sistem Integrasi Tanaman-Ternak Terhadap Alokasi Waktu Kerja, Pendapatan Dan Pengeluaran

Rumahtangga Petani. Sekolah Pascasarjana IPB.

Disertasi.

Downloads

Published

2022-06-28

How to Cite

Wulan, S. R. (2022). PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERDESAAN MELALUI WISATA PERDESAAN. ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.31848/ejtl.v5i1.3153