ELEMEN PEMBENTUK RUANG TERBUKA PUBLIK ALUN-ALUN KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.31848/ensains.v1i1.57Abstract
Alun-alun merupakan salah satu ruang publik bersejarah yang terus mengalami perubahan seiring waktu dan kebudayaan manusia yang terus berkembang. Sebagai bentuk dari ruang publik, perubahan yang terjadi pada alun-alun tak dapat dilepaskan dari peran institusi pemerintahan dan kebijakan yang diambilnya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kontrol terhadap kota dan ruang-ruang publiknya. Hal ini tidak lepas dari adanya pengaruh elemen pembentuk ruang yang merubah bentuk dan fungsi yang baru sesuai dengan kaidah elemen ruang terbuka publik.References
Carr, Stephen, Mark Francis, Leane G. Rivlin and Andrew M (1992). Public Space. Australia : Press Syndicate of University of Cambridge
Buku “Bandung Citra Sebuah Kota, Robert P. G. A, 2007
Bungin, M. B. (2008). PENELITIAN KUALITATIF: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publikdan Ilmu Sosial lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung & Hasil Observasi
Darmawan, Edy. (2003). Teori dan Kajian Ruang Publik Kota. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Heru Wibowo. (2015). Persepsi Masyarakat Terhadap Alun-alun Kota Bandung sebagai ruang terbuka publik, Jurnal Ilmiah Teknik , Semarang : Universitas Diponegoro 36(1).10-16
Undang-Undang Republik Indonesia No. 26 Tentang Penataan Ruang. 2007. Jakarta
Ramadhan, T., Wijaya, K., Muttaqin, Z. R., & Rahmat, A. (2018). Sustainable Streetscape pada Koridor Kawasan Komersial Studi Kasus : Koridor Jalan Cibaduyut Raya, Kawasan Sentra Industri Sepatu Cibaduyut (KSISC). ARCADE, 2(1), 24–32.
Shirvani, H. (1985). The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold.
Wijaya, K. (2017). Perubahan Fungsi Lingkungan Terbangun Di Koridor Jalan Cigondewah Kota Bandung. ARCADE, 1(1), 8–13.
Wijaya, K., Setioko, B., & Murtini, T. W. (2015). Pengaruh Perubahan Fungsi Lingkungan Binaan Terhadap Citra Kawasan Wisata Tekstil Cigondewah. KOMPOSISI, 11(2), 67–76.