DILEMA BIROKRASI DALAM DEMOKRASI (Studi Pola Hubungan Bupati Dengan Pejabat Struktural Birokrasi Di Kabupaten Bandung Barat Tahun 2012 – 2015)
DOI:
https://doi.org/10.31848/ensains.v1i1.51Abstract
Demokrasi sebagai komitmen dari reformasi penyelenggaraan pemerintah di Indonesia telah diimplikasikan dalam bentuk desentralisasi pada level kabupaten/kota, dengan maksud mendekatkan pelayanan dan penyelenggaraan pemerintah kepada masyarakat. Daerah otonomi baru, Kab. Bandung Barat dibentuk berdasarkan UU No. 12/2007, dimana Bupati harus dipilih langsung oleh masyarakat setelah melalui serangkaian proses dan mekanisme politik. Drs. H. Abubakar, M.Si  terpilih kembali sebagai Bupati Kab. Bandung Barat kedua kalinya pada tahun 2013.
Bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian diberikan kewenangan melakukan pengangkatan, pemindahan dan penurunan dalam jabatan struktural PNS. Untuk memperoleh gambaran bagaimana pola hubungan di antara Bupati dengan pejabat struktural terjalin, bagaimana proses tersebut, dan faktor apa yang mempengaruhinya, penulis melihatnya dengan konsep politik birokratik, dimana kebijakan pemerintahan lebih didasarkan pada bentuk dan tujuan yang bercorak birokratik.
Hasil penelitian menunjukkan pola hubungan Bupati dengan pejabat struktural birokrasi tidak hanya dalam kerangka positif yang menciptakan sinergi, tetapi juga implikasinya menjadi negatif disebabkan adanya perselingkuhan di antara keduanya. Kondisi tersebut terjadi berdasarkan dua hal: Pertama, hubungan sosial politik. Birokrasi merupakan roda politik kepentingan penguasa untuk mempertahankan kekuasaan, sehingga wajah birokrasi tidak lebih sebagai abdi penguasa daripada pelayan publik. Kedua, hubungan ekonomi. Rekrutmen pejabat struktural birokrasi seringkali terdistorsi oleh kepentingan politik uang, sehingga postur kekuasaan birokrasi ditentukan oleh pertukaran balas jasa politik dan transaksi ekonomi antara Bupati sebagai patron dan birokrasi sebagai klien, dimana Bupati melakukan kesepakatan dengan pejabat dalam setiap jenjang jabatan strukturalReferences
Anderson, Benedict R.O.G. 1984. Gagasan Kekuasaan Dalam Kebudayaan Jawa. Dalam Miriam Budiardjo (eds). Aneka Pemikiran Tentang Kuasa dan Wibawa. Jakarta: Sinar Harapan.
Blau, Peter M. dan Marshall Meyer. 2000. Birokrasi dalam Masyarakat Modern. Jakarta: Penerbit UI Press.
Creswell, John W. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Denhardt, R. B and Denhardt J. B. 1998. Public Administration: An Action. New York: Wadsworth Publishing.
Diamond, Larry, Juan Linz dan Seymour Martin Lipset (eds.). 1990. Politics in Developing Countries: Comparing Experiences with Democracy. Boulder, Colorado: Lynne Rienner.
Dwiyanto, Agus dkk. 2003. Reformasi Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM.
________. 2002. Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Yogyakarta: PSKK UGM.
Etziony, Eva and Halevy. 1983. Bureaucracy and Democracy: A Political Dilemma. London. Routledge and Kegan Paul.
Evers, Hans Dieter, 1987, The Bureaucratization of Southeast Asia, dalam Comparative Studies in Society and History. Volume 29, Number 4, 1997.
Huntington, Samuel P. 1984. Political Science Quarterly, dalam David J. Goldsworthy (ed.) 1991. Development and Social Change in Asia: Introductory Essays. Radio Australia-Monash Development Studies Centre.
Islamy, Muh.Irfan. 1998. Agenda Kebijakan Reformasi Administrasi Negara. Malang: Fakultas Ilmu Administrasi-Universitas Brawijaya.
Jackson, Karl D. 1981. Urbanisasi dan Pertumbuhan Hubungan Patron-Klien; Perubahan Kualitas Komunikasi Interpersonal di Sekitar Bandung dan Desa-Desa di Jawa Barat. Jakarta: Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Indonesia Jakarta.
Kartono, Kartini. 2001. Sosilologi Politik. Bandung: Alumni.
Kuntjorojakti, Dorodjatun. 1980. Bureaucracy in the Third World: Instrument of the People, the Rulers or the Ruler?, dalam Prisma (edisi bahasa Inggris). No. 19, Desember.
Mariana, Dede dan Caroline Paskarina. 2008. Demokrasi & Politik Desentralisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Moleong, Lexy J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Ngadisah, dan Darmanto. 2008. Birokrasi Indonesia. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Osborne, David dan Ted Gaebler. 2005. Mewirausahakan Birokrasi. Penerjemah Abdul Rosyid. Jakarta: PPM.
Patton, Michael Quinn. 1990. Qualitative Evaluation and Research Methods. Second edition. London: Sage Publications.
Pope, Jeremy. 2000. Strategi Memberantas Korupsi: Elemen Sistem Integritas Nasional. Alih bahasa Masri Maris. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
R. Haque Harrop. M dan S. Breslin. 1998. Comparative Government and Politics. London. Mac Millan Press.
R.V. Krieken. 2000. Sociology: Themes and Perspectives. French Forrest. 2nd Edition Longman.
Rondinelli, Denns A., John R. Nellis and G. Shabbir Cheema. 1983. Decentralization in Developing Countries: A Review of Recent Experience. Washington DC: The World Bank.
Ruland, J. 1993. Urban Development in Southeast Asia: Regional Cities and Local Government. Boulder: Westview Press.
Said, M. Mas’ud. 2009. Birokrasi Di Negara Birokratis, “Makna, Masalah dan Dekonstruksi Birokrasi Indonesia. Malang: UMM Press.
Setiyono, Budi. 2004. Birokrasi Dalam Perspektif Politik dan Administrasi. Pusat Kajian Otonomi Daerah dan Kebijakan Publik Fisip Undip Semarang.
Smith, Bryan C. 1985. Decentralization: The Territorial Dimension of The State. London: Asia Publishing House.
Thoha, Miftah. 2007 Birokrasi & Politik di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo.
Tjokrowinoto, Moeljarto. 2001. Birokrasi dalam Polemik, Saiful Arif (Editor). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Varma, SP. 2007, Teori Politik Modern. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Yin, Robert K. 2005. Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada.