LEGITIMASI SIMBOLIS DALAM PENGETAHUAN MEMBANGUN RUMAH ADAT TORAJA

Authors

  • Richard Elisa Fernando Pali Institut Teknologi Bandung
  • Agus S Ekomadyo Institut Teknologi Bandung
  • Sigit Kurniawan Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v7i1.978

Keywords:

Teknografi, Legitimasi Simbolis, Rumah Adat Toraja

Abstract

Abstract: Constructing process of traditional house requires knowledge, skill, material and technical expert by some actors.In Indonesia, Toraja societies have their own knowledge  to build their traditional. This research is purposed to explore actors’ roles, and knowledge distribution of Toraja traditional house constructing process. Based on tecnography approach, this research uses descriptive qualitative method to identify the making, distributed cognition and the construction of rules in this  construction. Data is collected through observation, interview and documentation. It is found that there are four main process in building Toraja tradistional house of: taking agreement, discussion, collecting material, and construction. There are also identified several significant actors: the big family, To Tumoke Buriak, Pandai Paliuk, Pandai Manarang, To Manarang, Pandai Nunu, Passura’ and society of around the traditional house. This research concludes that the actors’ role and their knowledge based authorities are framed by symbolic legitimation of Toraja culture. Actors’ positions are prequisites for constructed house are legitimated as Toraja traditional house or just common house.

Abstrak: Dalam mendirikan rumah adat, diperlukan pengetahuan, kemampuan, dan keahlian teknik dan materialitas yang dimiliki oleh beberapa pelaku.Di Indonesia, masyarakat Toraja mempunyai pengetahuan khusus tentang rumah adat mereka. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran distribusi pengetahuan dari aktor yang terlibat dalam pembanguan rumah adat Toraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teknografi, untuk mengidentifikasi proses pembuatan (the making), persebaran pengetahuan (distributed cognition) dan terbentuknya aturan (the construction of rules) dalam proses pembangunan tersebut. Data dikumpulkan lewat observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 proses mendirikan rumah adat Toraja yaitu, proses pengambilan kesepakatan, proses musyawarah, proses pengumpulan material, dan proses konstruksi. Ditemukan juga beberapa aktor yaitu, rumpun keluarga, To Tumoke Buriak, To Manarang, Pandai Manarang, Pandai Paliuk, Pandai Nunu, Passura’ dan masyarakat sekitar rumah adat yang memiliki peran masing masing dalam proses mendirikan rumah adat Toraja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pelaku beserta pengetahuan untuk kewenangan mengambil keputusan ada dalam kerangka legitimasi simbolis budaya Toraja. Legitimasi ini menjadi penting, apakah suatu rumah yang terbangun akan dianggap sebagai rumah adat atau sekadar rumah biasa.

References

Achsani, R.A., dan Ekomadyo, A.S. (2017) Penciptaan Tempat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Kasus: Pengolahan Sampah My Darling Dan Kakasih. Jurnal Koridor, 9(1), 85-92, https://doi.org/10.32734/koridor.v9i1.1313,

Agirachman, F.A., dan Ekomadyo, A.S. (2017) Analisis Teori Jaringan Aktor Pada Co-Working Space Dan Komunitas Startup Di Bandung. Jurnal Koridor, 8(2), 206-212. https://doi.org/10.32734/koridor.v8i2.1348

Ata, M. dan Ekomadyo, A.S. (2017) Adaptasi Arsitektur Tradisional Bali pada Tempat-Tempat Komunal Desa Balinuraga, Kalianda, Lampung Selatan. Jurnal Koridor, 9(2), 312-321. https://doi.org/10.32734/koridor.v9i2.1373,

Aurora, S. & Glover, D. 2017. Power in Practise: Insights from Technography and Actor-Network Teory for Agricultural Sustainability. STEPS Working Paper 100, Brighton: Steps Center

Creswell, J.W. 2009. Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches 3rd ed. London: Sage Publication Inc

Ekomadyo, A.S., Prasetyo, F.A. & Yuliar, S., 2013. Place Construction and Urban Social Transformation: An Actor Network Theory Anallysis For Creative-Kampung Phenomena in bandung. Prosiding HABITechno International Semjnar Bandung: Sekolah Arsitektur Perencanaan Kebijakan ITB

Ekomadyo, A.S., dan Yuliar, S. (2014) Social Reassembling as Design Strategiesâ€. 5th Arte Polis International Conference and Workshop – “Reflections on Creativity: Public Engagement and The Making of Placeâ€, Arte-Polis 5 Science Direct - Procedia - Social and Behavioral Sciences 184(2015) 152–160, 1877-0428 © 2015, doi: 10.1016/j.sbspro.2015.05.075

Ekomadyo, A.S., Santri, T., Riyadi, A (2017). Habitat for Innovative Milieu: A Place-Making Study of University and Start-up Enterprises Relationship. HABITechno International Seminar – Ecoregion as a Verb of Settlement Technology and Development for Sustainable Urbanization. doi :10.1088/1755-1315/152/1/012020

Ekomadyo, A.S., Riyadi, A., Rusli, S. Aditra, R.A. (2019) The Role of Built Environment In Collective Learning: The Case Of Rumah Sahabat Salman. Mimbar: Journal of Social and Development. 35 (2), 309-316, https://doi.org/10.29313/mimbar.v35i2.4811

Ekomadyo, A.S., and Riyadi, A. (2020). Design in Socio-technical Perspective: An Actor-Network Theory Reflection on Community Project ‘Kampung Kreatif’ in Bandung, Archives of Design Research, 33 (2), 19–37, doi: https://doi.org/10.15187/ adr.2020.05.33.2.19

Ekomadyo, A.S., Wijaya, N., Hernadi, Augusta, D.N. (2021). Pendekatan Situasi Pro-Inovasi untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pada Pasar Desa di Kabupaten Majalengka. Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan 19 (2) 249-262, https://doi.org/10.20961/arst.v19i2.50683

Fitrianto, R.A., & Ekomadyo, A.S. (2021). Adoption of Innovation in Segregated Construction Project. Jurnal Ruas 19 (1) 57-67,https://ruas.ub.ac.id/index.php/ruas/article/view/304/0

Hatta, A. J. & Ekomadyo, A. S. 2020. Relasi Jejaring Aktor Masyarakat Suku Bugis Soppeng Dalam Tradisi Mendirikan Rumah (Mappatettong Bola). Jurnal Arsitektur Arcade 4(3), 292-300

Hutomo, C. Ekomadyo, A.S., Ameir, M.J. (2020). Mandat (creadential) dalam budaya mitigasi bencana pada masyarakat Kampung Budaya Sindang Barang. Arteks: Jurnal Teknik Arsitektur, 5(1) 101-113, https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.283,

Jansen, K. & Vellema, S. 2011. What is technography?. Wageningen Journal of Life Science 57, 169-177

Lembang, Y,R, dkk. 2020. Budaya Gotong Royong Etnis Toraja Dalam Membangun Rumah Adat Tongkonan di Lembang Bau Bullian Massa’bu, Kecamatan Sangalla’, Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Paradigma 1(1), 20-24

Lina, H.M., Kurniawati, I., Jahroh, A., Widiarto, M.F., Ekomadyo, A.S. (2018). Eko Prawoto: Mengasuh Budaya dan Mencipta Puitisasi Arsitektur. Prosiding Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia 2018. https://doi.org/10.32315/ti.7.c093

Oktawati, A.E. & Sahabuddin, W. 2019. Karakter Tektonika Rumah Tongkonan Toraja. Seminar Nasional-Semesta Arsitektur Nusantara 4

Pangestu, R.D., Adelia, N.K., Az-Zahra, S.S., Ekomadyo, A.S. (2019). Andy Rahman: Menggali Esensi Arsitektur Nusantara dan Ketukangan dalam Berkarya. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2019. https://doi.org/10.32315/ti.8.b106

Prasetyo, E.B. & Ekomadyo, A.S. (2021). The conception of actor network in Jelekong art and culture village of Bandung Regency. Arteks: Jurnal Teknik Arsitektur, 6 (1), doi: 10.30822/arteks.v6i1.286

Putra R.A, dan Ekomadyo, A. S. (2015). Penguraian Tanda (Decoding) Pada Rumoh Aceh Dengan Pendekatan Semiotika. Jurnal Tesa Arsitektur: Journal of Architectural Discourse. 13 (4), http://journal.unika.ac.id/index.php/tesa/article/view/354

Riyadi, A., Ekomadyo, A.S., Rusli, S. Nuzzela, S., Yuliar, S. (2017). Local Wisdom for Social Learning: Case of Rumah Sahabat Salman. HABITechno International Seminar – Ecoregion as a Verb of Settlement Technology and Development for Sustainable Urbanization. https://www.academia.edu/36036042/Local_Wisdom_for_Social_Learning_Case_of_Rumah_Sahabat_Salman

Rizal, R., & Ekomadyo, A. S. 2021. “Matter of Concern†Pabrik Es Alwi Assegaf Palebang sebagai Bangunan Heritage. Jurnal Koridor 12(1), 1-13

Sir, M. M.. 2015. Pengetahuan Tektonika Arsitektur Tongkonan. Seminar Nasional & Loka Karya Nasional Pemahaman Sejarah Arsitektur (LNPSA) XI

Sabrina, Q., dan Ekomadyo, A.S. (2015). Aceh Rencong Preservation by Creative Kampung Strategy. The 3rd International Conference on Creative Industry; Opportunity and Challenge on Creative Industries in Th e Era of Global Free Trade. Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Bali 11-12 Agustus 2015.

Sultan, S. H..2014. Teknologi Dan Konstruksi Rumah Tradisional Toraja ( Tongkonan). Masalah Bangunan 49(1), 40-45

Sumalyo, Y. 2001. Kosmologi Dalam Arsitektur Toraja. Dimensi Teknik Arsitektur 29(1), 64-74

Downloads

Published

2023-03-21

How to Cite

Pali, R. E. F., Ekomadyo, A. S., & Kurniawan, S. (2023). LEGITIMASI SIMBOLIS DALAM PENGETAHUAN MEMBANGUN RUMAH ADAT TORAJA. Jurnal Arsitektur ARCADE, 7(1), 80–86. https://doi.org/10.31848/arcade.v7i1.978