STUDI PENERAPAN DESAIN UNIVERSAL TERHADAP AKSESIBILITAS PASIEN DENGAN KETERBATASAN FISIK DI RSUD DR ISKAK
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v5i1.617Keywords:
Aksesibilitas, Desain Universal, Instalasi Rawat Jalan, Pasien, Rumah SakitAbstract
The accessibility of the hospital building design in Indonesia has not been accommodated optimally. The guidelines regarding the universal design standards arranged by the government have not been implemented as a full assemble, considering hospitals are places where the patients may experience various physical conditions. Patients might need assistive aids such as canes, crutches, walkers, wheelchairs, and gurney to support their mobility, along with the helper. The existing elements of hospital buildings are supposed to be part of the accessibility standards thus the patients and their helpers could access facilities and circulations conveniently. The universal designs are vitals, especially at the Outpatient Installation. It requires comprehensive accessibility due to the various backgrounds of the outpatients. The objective is to investigate the accessibility level of patients according to the existing implementation of the universal design guidelines in the hospitals. The case study is conducted at the Instalasi Rawat Jalan zone of RSUD dr. Iskak. This research is performed by using the quantitative descriptive method while the questionnaires are analyzed by using the statistic descriptive analysis approach. The result suggested that the hospital has not implemented the universal design guidelines as a whole while most parameters are part of the accessibility standards.
Ketersediaan aksesibilitas pada desain bangunan gedung rumah sakit di Indonesia masih belum terakomodasi optimal. Kebijakan mengenai standar desain universal yang ditetapkan oleh pemerintah belum tegas diterapkan secara menyeluruh. Apalagi jika terkait dengan rumah sakit yang memiliki karakter berbeda dari bangunan publik yang lainnya, mengingat bahwa pengguna adalah orang yang memiliki bermacam-macam keterbatasan fisik, kemudian membutuhkan alat bantu seperti tongkat, kruk, walker, kursi roda dan brankart untuk mendukung mobilitasnya, beserta dengan orang lain yang mendampingi. Elemen bangunan rumah sakit yang ada harusnya masuk parameter aksesibilitas standar agar pasien dan pendampingnya tidak menemui hambatan sirkulasi dan fasilitas. Desain universal sangat penting diaplikasikan, apalagi di instalasi rawat jalan karena banyaknya ragam pasien yang berobat jalan sehingga aksibilitas yang menyeluruh sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat aksesibilitas pasien berdasarkan pada penerapan prinsip desain universal di rumah sakit. Lokasi studi dilakukan pada zona Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. Iskak. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Data kuesioner dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan data observasi menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis menyatakan bahwa rumah sakit belum menerapkan prinsip desain universal secara menyeluruh dan sebagian besar masuk dalam parameter aksesibilitas sebagian standar.
References
Jefri, Tamba. (2016). Aksesibilitas Sarana dan Prasarana bagi Penyandang Tunadaksa di Universitas Brawijaya. UDS; Vol.3: No. 1: Page 16 – 25.
Pujianti, Indah. (2018). Implementasi Design Universal Pada Fasilitas Pendidikan Tinggi. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 1, No 2, 223-239.
Story, M. F. (1998). The Universal Design File: Designing for People of All Ages and Abilities. United States: North Carolina State University. Hal. 34-35
W, Riestya A., A, Sheila. Putri, Purdyah AK., P, & Amanda A. (2013). Studi Penerapan Universal Design Pada Gedung Baru Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang. Makalah disajikan dalam Seminar UD Jurnal. Diakses Maret 24, 2020, dari https://www.academia.edu/5266086/SEMINAR_UD_JURNAL
Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan Direktorat Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. (2012). Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Kelas B.
Goldsmith, Selwyn. (2000). Universal Design A Manual of Practical Guidance for Architects. Oxford: Architectural Press.
Keumala, CRN. (2016). Pengaruh Konsep Desain Universal Terhadap Tingkat Kemandirian Difabel Studi Kasus Masjid UIN Sunan Kali Jaga Dan Masjid Kampus Universitas GadjahMada. INKLUSI: Journal of Disability Studies Vol. 3, No. 1, Januari-Juni 2016, h. 19-39.
Mace, R.L. (1991). Accessible Environments: Toward Universal Design. New York: Van Nostrand Reinhold.
Masruroh, Fika., Mauliani, Lily., & Anisa. (2015). Kajian Prinsip Universal Design yang Meng-Akomodasi Aksesibilitas Difabel. ARS – 014 ISSN: 2407 – 1846.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Jakarta.
Peraturan Mentri PU 30/PRT/M/2006 dalam Manual Desain Bangunan Aksesibel- SAPPK ITB. SNI 03-7011-2004.
Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 159 B /Menkes/Per/ ll/1988 Pasal 9 tentang Fungsi Rumah Sakit. Jakarta.











