PERUBAHAN TERITORI RUANG PADA RUMAH SUBSIDI TIPE 30 (Studi Kasus : Perumahan Mawar Indah, Kendal)
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v5i2.597Keywords:
Ruang, Perubahan teritori ruang, Perumahan Mawar IndahAbstract
Abstract: The supply of subsidized housing in Indonesia is rising rapidly. One of them is Mawar Indah residence, Kaliwungu, Central Java. The current problem with subsidized houses is in the house planning that does not consider the needs and developments of the occupants of the house. It causes subsidized housing to have low standard quality, as a result, the occupants make spatial development that will involve changes in spatial territory. The purpose of this research is to ascertain changes in space territory and its effects on occupant privacy and comfort. This research applies a qualitative approach and descriptive methods. A purposefully select sampling technique was used to determine 3 samples of houses that had experienced space development. The study results show changes in space territory, making the privacy and comfort of residents not fulfilled. The changing spatial territory is more dominant in the area of semi-public space and private space, this is because residents develop space to accommodate the needs of family social and economic activities. In this case, the living room and family are used for economic activities as a shop. This causes a lack of privacy and comfort for occupants.
Abstrak: Penyediaan rumah subsidi di Indonesia saat ini berkembang dengan cepat. Salah satunya adalah di perumahan Mawar Indah, Kaliwungu, Jawa Tengah. Permasalahan yang terjadi saat ini pada rumah subsidi yaitu perencanaan rumah yang tidak melihat kebutuhan dan perkembangan dari penghuni rumah tersebut. Hal ini menyebabkan rumah subsidi memiliki kualitas di bawah standar, akibatnya warga di perumahan tersebut melakukan pengembangan ruang yang akan memengaruhi perubahan teritori ruang. Tujuan dari peneltian ini ialah untuk mengetahui perubahan teritori ruang dan pengaruhnya terhadap privasi dan kenyamanan penghuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik sampling purposefully select digunakan untuk menentukan 3 sampel rumah yang telah mengalami pengembangan ruang. Hasil studi menunjukkan perubahan teritori ruang, membuat privasi dan kenyamanan penghuni tidak terpenuhi. Teritori ruang yang berubah lebih dominan pada area ruang semi publik dan ruang privat, hal tersebut karena, warga melakukan pengembangan ruang dalam upaya untuk mengakomodasi kebutuhan aktivitas sosial dan ekonomi keluarga. Dalam hal ini, ruang tamu dan keluarga digunakan untuk aktivitas ekonomi sebagai toko. Hal tersebut menyebabkan kurangnya privasi dan kenyamanan penghuni.References
Adlina, Z. I., Sardjono, A. B., & Sari, S. R. (2019). Adaptasi Permukiman Terdampak Bencana Rob (Studi Kasus: Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan). Jurnal Arsitektur ARCADE, 3(1), 21. https://doi.org/10.31848/arcade.v3i1.201
Altman, I. (1975). The Environment and Social Behavior: Privacy, Personal Space, Teritory, and Crowding. Monterey, California: Brooks/Cole Publishing Company.
Anisa. (2014). Pengaturan Privasi dalam Desain Rumah Sederhana. Jurnal Arsitektur NALARs, 13(Januari), 39–51. https://doi.org/10.24853/nalars.16.1.1-14
Aryani, S. M., Wahyuningsih, I. E. S., & Mulyadi. (2016). Evaluasi Rumah Inti Tumbuh Perumnas Berdasar Kecenderungan Transformasi Desain. Jurnal TESA Arsitektur, 14(2). https://doi.org/https://doi.org/10.24167/tesa.v14i2.668
Ashadi, A., & Anisa, A. (2017). Konsep Disain Rumah Sederhana Tipe Kecil Dengan Mempertimbangkan Kenyamanan Ruang. NALARs, 16(1), 1. https://doi.org/10.24853/nalars.16.1.1-14
Bhirawan, B., Indrosaptono, D., & Sari, S. R. (2018). Hubungan Seting JPO dengan Atribut Aksesibilitas dan Privasi (Studi Kasus: JPO Pasar Karang Ayu, Semarang). Jurnal Arsitektur ARCADE, 2(3), 127. https://doi.org/10.31848/arcade.v2i3.79
Brower, S. N. (1980). Territory in Urban Settings. In Environment and Culture. Human Behavior and Environment (Advances in Theory and Research) (Altman I.,). https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-1-4899-0451-5_6
Budiharjo, E. (1987). Percikan Masalah Arsitektur Perumahan dan Perkotaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Cresswel, J. W. (2016). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitaif, dan Campuran (4 ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dheany, A. O., & Pramitasari, D. (2019). Adaptasi Spasial Berupa Hierarki Ruang Pada Perumahan Tipe 21 Di Magelang. SMART #4-Seminar on Architecture Research & Technology. Yogyakarta.
Diyanti, A. O., Amiuza, C. B., & Mustikawati, T. (2014). Lingkungan Ramah Anak pada Sekolah Taman Kanak-Kanak. Review of Urbanism and Architectural Studies, 12(2), 54–68. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2014.012.02.6
Febrianto, R. S., Wulandari, L. D., & Santosa, H. (2018). Pola Spasial Teritori Pada Lanskap-Hunian Masyarakat Peladang Desa Juruan Laok Madura Timur. ARTEKS, Jurnal Teknik Arsitektur, 2(1), 59. https://doi.org/10.30822/artk.v2i1.140
Ginting, Y. U. U., Ginting, N., & Zahrah, W. (2018). The spatial comfort study of shophouse at Kampung Madras. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 126(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/126/1/012008
Habraken, N. J. (1976, September). Proses Transformasi. IPLBI. Diambil dari https://jlbi.iplbi.or.id/wp-content/uploads/2012/07/V1N1-p051-p062-Aplikasi-Metoda-N.J.-Habraken-pada-Studi-Transformasi- Permukiman-Tradisional.pdf
Habraken, N. J. (1982). Transformation of the site. Cambridge: Massachusetts Summer.
Habraken, N. J. (1998). The Structure of the Ordinary (Form and Control in the Built Environment). London: The MIT Press Cambridge.
Hall, T. E. (1969). The Hidden Dimension. Chicago: Anchor Books a Doubleday Anchor Book.
Haryadi, & Setyawan, B. (2014). Arsitektur, Lingkungan, dan Perilaku. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Laurens, J. M. (2005). Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: Grasindo-Gramedia.
Lissimia, F., & Dewi, R. (2019). Transformasi Fisik dan Teritori Hunian Sekitar Kawasan Industri Pulogadung. Prosiding SEMNASTEK, 1–9. Jakarta: Prosiding SEMNASTEK.
Mastutie, F., Supardjo, S., & Prijadi, R. (2016). Pola Perubahan Rumah ‘ Subsidi ’ dan Dampaknya bagi Kenyamanan Penghuni. Temu Ilmiah IPLBI 2016, (1), 191–196. Diambil dari https://temuilmiah.iplbi.or.id/pola-perubahan-rumah-subsidi-dan-dampaknya-bagi-kenyamanan-penghuni/
Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Oborne, D. J. (1995). Ergonomics at work: Human factors in design and development (3rd Editio). Chicester: Jhon Wiley and sons Ltd.
Prabowo, H. (1998). Arsitektur Psikologi Dan Masyarakat. Jakarta: Gunadarma.
Putranto, D. A. (2019, November 3). Ada Program Rumah Murah di Kendal, Totalnya Cuma 250 Unit. Tribun Jateng. Diambil dari https://jateng.tribunnews.com/2019/11/03/ada-program-rumah-murah-di-kendal-totalnya-cuma-250-unit
Rapoport, A. (1969). House Form and Culture (1st Editio). New York: Pearson.
Rapoport, A. (1982). The Meaning of The Built Enviroment. India: SAGE Publication.
Razali, N. H. M., & Talib, A. (2013). The Concept of Privacy and the Malay Dwelling Interior Space Planning. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 101, 404–414. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.07.214
Sarwono, S. W. (1992). Psikologi Lingkungan. Jakarta: Grasindo.
Sueca, N. P. (2004). Transformasi Rumah : Prospeknya Untuk Memperbaiki Keadaan Rumah di Indonesia. Jurnal Permukiman Natah, 2(August), 1–55. Diambil dari https://ojs.unud.ac.id/index.php/natah/article/view/2948
Susanti, I. S., Komala Dewi, N. I., & Permana, A. Y. (2018). Tatanan Teritorial dalam Proses Transformasi Hunian. Jurnal Arsitektur ZONASI, 1(1), 27. https://doi.org/10.17509/jaz.v1i1.11542
Tipple, A. G. (1992). Self-Help Transformations To Low-Cost Housing. Third World Planning Review, 14(2).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman (hal. Lembaran Negara RI Tahun 2011 No. 22). (2011). Jakarta: Sekretariat Negara.
Wisesa, D., & Wulan, D. P. (2018). Perubahan Fungsi Ruang pada Rumah Sangat Sederhana ( RSS ), Perumahan Karangploso View , Kabupaten Malang. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur, 6(3). Diambil dari http://arsitektur.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jma/article/view/670
Yupardhi, T. H., Wahjudi, D., & Handoko, B. (2016). Kajian Pola Kontrol Privasi Penghuni Terhadap Penerapan Konsep SOHO (Small Office Home Office) pada Rumah Tinggal di Kota Bandung. Serat Rupa Journal of Design, 01(1), 100–114. Diambil dari http://repository.maranatha.edu/18112/











