RANCANGAN SPASIAL RUMAH TINGGAL SEBAGAI RESPON TERHADAP TUNTUTAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL KELUARGA STUDI KASUS: Komplek Perumahan Depdikbud Cirendeu
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v7i3.3252Keywords:
Transformasi Spasial, Rumah Tinggal, Kebutuhan PenghuniAbstract
Abstract: The need for houses is essentially a basic human need.The house as a place to live is a means for humans to move comfortably and is an effort to be able to take shelter from natural conditions and the outside environment, which ideally can meet the needs of the daily activities of its residents. According to Budihardjo (1991:56) in the results of the report (Tim HREIS, 2020) it states that a house isn’t a final product, but a process that continues to develop, continuously and in stages according to the needs and desires of its residents. In the end the house, within a certain period of time will experience changes due to the addition of family members and changes in needs. The Cirendeu Depdikbud (Ministry of Education and Culture) Housing Complex is a standard house built by the government, which is then allowed to be owned, so that a residence is possible to become a house owner, in which case the residents may have no connection with the department. The Cirendeu Depdikbud housing complex has reached the age of 44 years. The scope of this study was carried out in the field of architecture which focuses on spatial with a descriptive-analytical method using a qualitative approach, by examining how standard residential houses change in an effort to accommodate the development of residents' needs which reflected through their spatial layout.
Keyword: Spatial Transformation, Residential Houses, Occupants Needs
Abstrak: Kebutuhan akan tempat tinggal pada hakikatnya merupakan kebutuhan dasar manusia. Rumah sebagai tempat tinggal merupakan sarana bagi manusia untuk beraktivitas dengan nyaman, dan merupakan upaya untuk dapat berlindung dari kondisi alam serta lingkungan luar dimana idealnya dapat memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari penghuninya. Menurut Budihardjo (1991:56) dalam hasil laporan (Tim HREIS, 2020) menyatakan bahwa rumah bukanlah produk akhir, melainkan proses yang terus berkembang, berkesinambungan, dan bertahap sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Rumah dalam jangka waktu tertentu akan mengalami perubahan sehubungan bertambahnya anggota keluarga dan terjadinya perubahan kebutuhan. Komplek Perumahan Depdikbud Cirendeu merupakan rumah standar yang dibangun oleh pemerintah yang kemudian boleh dimiliki, sehingga hunian yang awalnya berstatus sebagai rumah dinas dimungkinkan untuk bisa menjadi rumah dengan status pribadi, dalam hal ini penghuni bisa jadi sudah tidak ada keterkaitan lagi dengan kedinasannya. Komplek Perumahan Depdikbud Cirendeu merupakan permukiman yang telah berusia 44 tahun, secara umum memperlihatkan adanya perubahan arsitektur yang sangat beragam pada tata ruang rumah tinggal. Lingkup kajian ini dilakukan pada bidang arsitektur yang berfokus pada rancangan spasial dengan metode kajian deskriptif-analitis menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengkaji bagaimana rancangan rumah tinggal standar dalam upaya mengakomodasi perkembangan kebutuhan penghuni yang dicerminkan melalui tata ruangnya.
Kata Kunci: Transformasi Spasial, Rumah Tinggal, Kebutuhan PenghuniReferences
Ching, F. D. K. (2008). Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan. 3. https://www.academia.edu/9046736/Arsitektur_by_Francis_D_K_Ching_Bentuk_Ruang_dan_Tatanan
Aruma, D. E. O., & Hanachor, D. M. E. (2017). Abraham Maslow’s Hierarchy of Needs and Assessment of Needs in Community Development. International Journal of Development and Economic Sustainability, 5(7), 15–27. https://www.eajournals.org/wp-content/uploads/Abraham-Maslow’s-Hierarchy-of-Needs-and-Assessment-of-Needs-in-Community-Development.pdf
Dyan, A. (2014). Tata Ruang Rumah Dinas TNI AL Berdasarkan Privasi Penghuninya (Studi kasus Perumahan Dinas Kompleks TNI AL Gedangan Sidoarjo). eprints.upnjatim.ac.id. http://eprints.upnjatim.ac.id/6848
Ernadia, L., Murtini, T. W., & Rukayah, S. (2017). Perubahan Lingkungan dan Tata Ruang RumahTinggal di Desa Wisata Kandri. Tesa Arsitektur, 15. http://eprints.undip.ac.id/71207/
Hadinugroho, D. L. (2004). Ruang Dan Perilaku: Suatu Kajian Arsitektural. USU Digital Library, 1973HADINUGROHO, I. D. L. (2004). RUANG DAN PERILAKU: SUATU KAJIAN ARSITEKTURAL. USU Digital Library, (1973), 1–6. Retrieved from repository.usu.ac.id/bitstream/.../1/arsitektur-dwi3.pdf, 1–6. repository.usu.ac.id/bitstream/.../1/arsitektur-dwi3.pdf
Luthfiah. (2010). Perubahan bentuk dan fungsi hunian pada rumah susun pasca penghunian. Journal Ruang, 2(September), 34–44. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/RUANG/article/view/728
Yuphardhi, T. H., & Wasista, P. U. (2019). Studi Penataan Ruang Sociopetal Dan Sociofugal Pada Ruang Publik Di Kota Denpasar. Studi Penataan Ruang Sociopetal Dan Sociofugal Pada Ruang Publik Di Kota Denpasar, 7(1), 10–16. https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/segarawidya/article/view/673/355
Immaculata Inka Risti, M. (2014). Fenomena Ruang Usaha Pada Kampung Inggris, Pare Kediri. Tesis, 1–12. http://eprints.undip.ac.id/60097/
Swanendri, N. M., & Dewi, N. K. A. (2010). Rancangan Rumah Tumbuh Tipe 36 Dan 45 di Kota Denpasar. Laporan Akhir Penelitian Hibah …. https://erepo.unud.ac.id/id/eprint/4589/1/2ccdcebf65e9db4f062348234ad6d811.pdf
Tim HREIS. (2020). Laporan Housing Carrier, Konsep dan Identifikasi Kebutuhan Serta Sumber Data. Laporan Kementerian PUPR_Satu Data Perumahan, 1, 41.
Wewra, W. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Tata Letak Ruang Di Dalam Rumah Tinggal Di Perumnas Bumi Tlogosari Semarang. eprints.undip.ac.id. http://eprints.undip.ac.id/59644/











