PENELUSURAN JEJAK BANGUNAN KOLONIAL DI INDONESIA BERBASIS FAÇADE BANGUNAN MENGGUNAKAN METODE CNN ARSITEKTUR VGG16
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v7i3.3179Keywords:
1, Arsitektur kolonial 2, Deteksi gaya arsitektur 3, CNNAbstract
Abstract: Colonialization in Indonesia, especially that carried out by the Dutch, is one of the important historical chapters in Indonesia because it was able to change the way of thinking of architecture in the Dutch East Indies to be more modern, approaching what happened in Western countries. The influence of modernism in architecture can be seen in the façade, shape, strength, and other important parts. Broadly speaking, colonial buildings are buildings that have patterns and characteristics that other buildings do not have. Therefore, the building is capable of being recognized. One way to quickly identify and trace the Dutch colonial legacy is to use the CNN method. Using the CNN method shows that the input data used can be recognized very well. Because the level of accuracy in the training stage is 97% and the accuracy value of each input image detection is more than 90%. One example is the Maybank Surabaya building, which includes a colonial architectural style with an accuracy of 100%, the Zeiss telescope dome is included in a colonial architectural style building with an accuracy rate of 99%, and other examples of buildings.
Keyword: Kata Kunci 1, Colonial Architecture 2, Architectural style detection 3, CNN
Abstrak: Kolonialisasi di Indonesia terutama yang dilakukan oleh Belanda merupakan salah satu babak sejarah penting di Indonesia karena mampu merubah cara berfikir arsitektur di Hindia Belanda semakin modern mendekati yang terjadi di negara Barat. Pengaruh modernism dalam arsitektur tersebut dapat dilihat pada façade, bentuk, kekuatan, dan bagian penting lainnya. Secara garis besar bangunan colonial merupakan bangunan yang memiliki corak dan ciri khas yang tidak dimiliki oleh bangunan lain. Oleh karena itu, bangunan tersebut mampu untuk dikenali. Salah satu cara dalam mengenali maupun menelusuri jejak peninggalan colonial belanda secara cepat adalah dengan menggunakan metode CNN. Dengan menggunakan metode CNN menunjukkan bahwa data inputan yang dipakai mampu dikenali dengan sangat baik. Dikarenakan tingkat akurasi di tahap pelatihan sebesar 97% serta nilai akurasi tiap deteksi gambar inputan yang mencapai 90% lebih. Salah satu contohnya Gedung maybank Surabaya termasuk tipe gaya arsitektur colonial dengan akurasi sebesar 100%, kubah teleskop Zeiss termasuk ke dalam bangunan dengan gaya arsitektur colonial dengan tingkat akurasi sebesar 99% dan contoh bangunan lainnya.
Kata Kunci: Kata Kunci 1, Arsitektur kolonial  2, Deteksi gaya arsitektur 3, CNN
References
Nucci, L. P., Krettenauer, T., & Narváez, D. (Eds.). (2008). Handbook of moral and character education. Routledge.
Krier, Rob. (1983). Elements of Architecture, Architecture Design AD Publications Ltd, London.
Krier, Rob. (2001). Komposisi arsitektur terjemahan effendi setiadharma. Jakarta : Airlangga.
Handinoto (2010). Arsitektur dan kota-kota di jawa pada masa colonial / Handinoto. Yogyakarta : Graha ilmu.
Sumalyo, Yulianto (1993) Arsitektur Kolonial Belanda di Indonesia. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Adenan, Khaerani, Etc. (2012). Karakter Visual Arsitektur A.F. Aalbersdi Bandung (1930-1946)- Studi Kasus: Kompleks Villa’s dan Woonhuizen. Bandung. Jurnal lingkungan binaan Indonesia.
Handinoto. (1993). Arsitek G.C. Citroen dan Perkembangan Arsitektur Colonial Belanda di Surabaya (1915-1940). Jurnal Dimensi Teknik Arsitektur Vol. 19. Surabaya: Universitas Kristen Petra.
Hartono, Samuel & Handinoto. (2006). Arsitektur Transisi di Nusantara dari Akhir Abad 19 ke Awal Abad 20 ( Studi Kasus Kompleks Bangunan Militer di Jawa pada Peralihan Abad 19 ke 20). Jurnal Dimensi Teknik Arsitektur Vol. 34. Surabaya. Universitas Kristen Petra.
Harimu, et al. (2011). Tipologi wajah bangunan arsitektur colonial belanda di kawasan pabrik gula semboro-jember, ARSKON, Jurnal arsitektur & konstruksi. Vol. 1, No. 1, 66-79.
Molayil, J.J. (2019). Learn keras for deep neural networks:A fast-track approach to modern deep learning with python. British Columbia:Apress.
Oktaviani, U., et al. (2019). Lawang Sewu dalam Sudut Pandang Geometri. Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus), Vol. 2, No. 1, DOI: http://dx.doi.org/10.21043/jpm.v2i1.6348.
Tamini, N., et al. (2020). Tipologi arsitektur colonial di Indonesia. Vitruvian jurnal arsitektur, bangunan, & lingkungan 2020. Vol. 10, No. 1, 45-52.
Sastra, S. (2016). Kajian Estetika Bentuk Pada Façade Perumahan Real Estate di Yogyakarta. Inersia, Vol. 1, No. 12, 78-84.
Setyohadi, B., (2011). Kajian Kenyamanan Thermal Pada Bangunan Rumah Tinggal Arsitektur Kolonial Modern (Studi Kasus : Rumah Tinggal Karya Arsitek Liem Bwan Tjie Jl. Dr. Wahidin No. 38 Semarang). Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, Vol. 13, No. 1, DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp.v13i1.7059
Sukarno, P.G. et al. (2014). Karakter visual façade bangunan colonial belanda rumah dinas bakorwil kota madiaun. Jurnal arsitektur NALARs. Vol. 13, No. 2, 99-112.
Wardani, Dwi. (2019). Tipologi bangunan masjid karya achmad noe’man sang arsitektur seribu masjid. Jurnal Arsitektur GRID 2019. Vol. 1, No. 1, 11-19. https://doi.org/10.21831/inersia.v12i1.1 0355 ï›viewed on 17/04/2020ï
Kaggle, datasets. Gustavoachavez/architectural-styles-periods-dataset. (http://www.kaggle.com/, diakses 12 Mei 2023.











