KAJIAN MATERIAL REFLEKSI DALAM PADA DINDING TERHADAP INTENSITAS PENCAHAYAAN ALAMI

Authors

  • Muhammad Sega Sufia Purnama Universitas Indraprasta PGRI
  • Mukhamad Risa Diki Pratama Universitas Indraprasta PGRI
  • Dian Nugraha Universitas Indraprasta PGRI
  • Ukti Lutvaidah Universitas Indraprasta PGRI

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v7i2.3151

Keywords:

pencahayan alami, dinding, refleksi dalam, intensitas cahaya

Abstract

Abstract: Natural lighting has been widely studied by measurement and simulation methods. Aperture is the factor under study associated with the intensity of light in the room. Reflective materials in their kind are walls and furniture. It also plays a role in determining the intensity of light in a room. This study aims to examine the various materials commonly used for walls and their effect on the intensity of light in a room. The research method used in this study is a quantitative method with a simulation using dialux Evo 8.6 software. Research begins by creating a model. The room model is made of 7 pieces in a row. After the model is finished, a window with a size of 1 x 1.3 m is created. Each room will be given a different wall material. The result is a room with wooden walls has the highest light intensity. The lowest intensity is in a room with walls of glass block material. The order from lowest to highest after red brick is rough plaster, followed by concrete, vinyl and then ceramic. This has to do with the condition of the surface of the material. The conclusion is that a room that has walls with a rough surface will experience a decrease in light intensity due to light diffraction. Color plays a role as an absorber of light. Even though the surface is smooth, if the color of the field is dark, the room will have low light intensity.

Keyword: natural lighting, walls, inner reflection, light intensity

Abstrak: Pencahayaan alami sudah banyak diteliti dengan metode pengukuran dan simulasi. Bukaan menjadi faktor yang diteliti dikaitkan dengan intesitas cahaya dalam ruangan. Material refleksi dalam jenisnya adalah dinding dan furnitur. Hal ini juga memainkan peran dalam menentukan intensitas cahaya dalam sebuah ruangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji beragam material yang biasa digunakan untuk  dinding dan pengaruhnya terhadap intensitas cahaya dalam sebuah ruang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan simulasi menggunakan software dialux Evo 8.6. Penelitian dimulai dengan membuat sebuah model. Model ruang dibuat sebanyak 7 buah berjejer. Setelah model selesai maka dibuat jendela dengan ukuran 1 x 1.3 m. Setiap ruang akan diberikan material dinding yang berbeda. Hasilnya adalah ruang dengan dinding kayu mempunyai intesitas cahaya yang paling tinggi. Intensitas paling rendah ada pada ruangan dengan dinding material blok kaca. Urutan dari paling rendah ke lebih tinggi setelah bata merah ada pelster kasar disusul beton, vinyl lalu keramik. Hal ini ada hubungannya dengan kondisi permukaan material tersebut. Kesimpulanya adalah ruang yang memiliki dinding dengan permukaan yang kasar akan mengalami penurunan intensitas cahaya disebabkan terjadinya difraksi cahaya.Warna memainkan peran sebagai penyerap cahaya. Walau permukaannya halus bila warna bidang gelap maka ruang akan punya intensitas cahaya rendah. 

Kata Kunci: pencahayan alami, dinding, refleksi dalam, intensitas cahaya

References

Arinta, R. T., Kristihartiani, B., & Utomo, W. D. (2022). Analisis Kenyamanan Pencahayaan Alami Pada Rumah Kos Di Sawah Lebar Baru Bengkulu. JoDA Journal of Digital Architecture, 1(2), 110–116. https://doi.org/10.24167/joda.v1i2.4503

Atmadi, T. (2021). Studi Penerapan Sistem Pencahayaan Pada Desain Interior Apartemen “No Name†Di Jakarta. International Journal of Community Service Learning, 5(2). https://doi.org/10.23887/ijcsl.v5i2.33657

Avesta, R., Putri, A. D., Hanifah, R. A., Hidayat, N. A., & Dunggio, M. D. (2017). Strategi Desain Bukaan terhadap Pencahayaan Alami untuk Menunjang Konsep Bangunan Hemat Energi pada Rusunawa Jatinegara Barat. Jurnal Rekayasa Hijau, 1(2). https://doi.org/10.26760/jrh.v1i2.1633

Kartawijaya, V. (2019). Optik Geometri Pemantulan. Retrieved from https://slideplayer.info/slide/13923952/

NIlawanti, L. (2022). 14 Sifat Cahaya, Ini Penjelasan & Contoh Lengkapnya Retrieved from https://www.gramedia.com/literasi/sifat_cahaya/#7_Dapat_Mengalami_Difraksi_Atau_Pelenturan

Pekerti, M. A., Puspitasari, P., & Lahji, K. (2019). Sistem Pencahayaan Alami: Konfigurasi Bukaan Dinding dan Atap pada Area Parkir Kantor Bawah Tanah Daylighting System: Side and Top Arperture Configuration on An Office’s Underground Parking Area. In Prosiding Seminar Intelektual Muda #1, Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Seni Dalam Perencanaan dan Perancangan Lingkungan Terbangun (Vol. 1, pp. 61–66). FTSP Universitas Trisakti .

Pratiwi, F., Kridarso, E., & Iskandar, J. (2021). KONSEP PENCAHAYAAN ALAMI PADA DESAIN RUANG GALERI MENGGUNAKAN DIALUX EVO 9.2 (Studi Kasus: Desain Perancangan Gedung Pusat Pertunjukan Seni Dan Budaya di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur). Jurnal Arsitektur ARCADE, 5(3), 310-315. doi:https://doi.org/10.31848/arcade.v5i3.767

Satwiko, P. (2009) Fisika Bangunan. Yogyakarta : C.V Andi Offset,.

Suharyani, S., & Utomo, B. W. (2022). IDENTIFIKASI PENCAHAYAAN ALAMI BANGUNAN PASAR GEDE SURAKARTA. NALARs, 21(2), 151. https://doi.org/10.24853/nalars.21.2.151-160

Wijaya, I. I. (2017). Teknik Optimasi Pencahayaan Alami dalam Interior Rumah Tinggal. Simposium Nasional RAPI, 377–384. Retrieved from https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/9486

Wisnu, & Indarwanto, M. (2017). EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN ALAMI DAN BUATAN PADA RUANG KERJA KANTOR KELURAHAN PANINGGILAN UTARA, CILEDUG, TANGERANG. Vitruvian , 7 No.1, 41–46. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/265297-evaluasi-sistem-pencahayaan-alami-dan-bu-aaf7d642.pdf

Downloads

Published

2023-07-01

How to Cite

Purnama, M. S. S., Pratama, M. R. D., Nugraha, D., & Lutvaidah, U. (2023). KAJIAN MATERIAL REFLEKSI DALAM PADA DINDING TERHADAP INTENSITAS PENCAHAYAAN ALAMI. Jurnal Arsitektur ARCADE, 7(2), 213–217. https://doi.org/10.31848/arcade.v7i2.3151