PENILAIAN KINERJA BANGUNAN GEDUNG HIJAU PADA GEDUNG FAKULTAS KIP UNIVERSITAS SAMUDRA

Authors

  • Alnanda Hafiez Lagalgarin Samudra University http://orcid.org/0000-0001-7402-6383
  • Meilandy Purwandito Samudra University
  • Nova Purnama Lisa Samudra University

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v7i2.3126

Keywords:

Green Buildings, Climate Change, Carbon Emissions, efficiency energy, building performance.

Abstract

Abstract: Climate change occurs due to increasing concentrations of carbon dioxide gas causing the greenhouse gas effect. The building construction sector has increased and is known to contribute more than 34 percent of carbon emissions by 2022. So that one of the steps in reducing carbon emissions in the construction sector is by implementing green buildings. Green buildings are buildings that meet the criteria for saving energy, water, and other resources. In assessing the performance of green buildings, there are three criteria rating levels ie: pratama, madya, and utama. This study uses a qualitative descriptive method with identifying observation elements, simulation as well as investigations that will be applied in the BGH assessment. This study aims to analyze the building of the Faculty of KIP Universitas Samudra following the reference of the Ministerial Circular Letter No.01/SE/M/2022 concerning Technical Guidelines for Performance Assessment of Green Buildings. Based on the results of the performance assessment of the Samudra University Faculty of KIP building were included in the "pratama" category with the acquisition of 78 points or 47.273%. After being analyzed and taken into account, the building can still be given technical recommendations to increase energy efficiency. These technical recommendations led to a significant increase from the initial score of 78 points or 47.273% to 91 points or 55.152%, still at the "primary" level.

Keywords  : Green Buildings, Climate Change, Building Performance.

Abstrak: Perubahan iklim terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida sehingga menyebabkan efek gas rumah kaca. Sektor kontruksi gedung  mengalami peningkatan dan diketahui menyumbang emisi karbon  lebih dari 34 persen pada tahun 2022. Sehingga Salah  satu langkah dalam penurunan emisi karbon sektor kontruksi dengan penerapan bangunan gedung hijau. Bangunan Gedung Hijau merupakan bangunan yang memenuhi kriteria hemat energi, air, dan sumber daya lainya. Dalam penilaian kinerja bangunan gedung hijau terdapat tiga kriteria level penilaian yaitu: pratama, madya, dan utama.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi unsur observasi, simulasi serta investigasi yang akan diterapkan dalam penilaian BGH. Penelitian ini bertujuan menganalisis bangunan gedung Fakultas KIP  Universitas Samudra sesuai dengan rujukan Surat Edaran Menteri No.01/SE/M/2022 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Berdasarkan hasil penilaian kinerja tersebut bangunan gedung Fakultas KIP Universitas Samudra termasuk kedalam kategori “pratama†dengan perolehan 78 poin atau 47,273%.  Setelah di analisis dan diperhitungkan bangunan gedung tersebut masih dapat diberikan rekomendasi teknis peningkatan efisiensi energinya. Rekomendasi teknis tersebut mendorong peningkatan yang signifikan dari perolehan nilai awal 78 poin atau 47,273%  menjadi 91 poin atau 55,152% tetap level “pratamaâ€.

Kata Kunci: Bangunan Gedung Hijau, Perubahan Iklim, Kinerja Bangunan.

Author Biography

Alnanda Hafiez Lagalgarin, Samudra University

Engineering Student

References

Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Penilaian Kawasan Hijau, D. (2022). Overview SE DJCK No 1 Tahun 2022, Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

ditjenppi.menlhk. (2022). Knowledge Centre Perubahan Iklim - Beranda. Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia. http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/

Lisa, N. P., & Zuraihan, Z. (2014). Impact on the Application of Insulation in Buildings To Achieve Thermal Comfort (a Case Study: Lauser Office Building in Banda Aceh). Journal of Islamic Architecture, 3(2), 94. https://doi.org/10.18860/jia.v3i2.2579

Lisa Purnama Nova, Q. S. (2022). Simulasi Konsumsi Energi Bangunan Berbentuk Dome Sebagai Upaya Optimalisasi Desain. Jurnal Seurambi Engineering, 7(2), 3032–3040.

Nurhaiza, N., & Lisa, N. P. (2019). Optimalisasi Pencahayaan Alami pada Ruang. Jurnal Arsitekno, 7(7), 32. https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1234

Paramita, B., & Fukuda, H. (2013). Building Groups Design Strategies in Hot-humid Climate : A Dense Residential Planning in Bandung , Indonesia. PLEA 2013: Sustainable Architecture for a Renewable Future, September.

PUPR, M. (2022). Lampiran Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 01/SE/M/2022. “ Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.†https://doi.org/jdih.pu.go.id

Sujatmiko, W. (2022). Overview SE DJCK No. 1 Thn 2022 Juknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

Sujatmiko, W., Yusniewati, Suhendi, F., Kusumawati, F., Rahmawati, Y., & Gumilar, R. P. (2020). Sistem Rating Bangunan Gedung Hijau.

Downloads

Published

2023-07-01

How to Cite

Lagalgarin, A. H., Purwandito, M., & Lisa, N. P. (2023). PENILAIAN KINERJA BANGUNAN GEDUNG HIJAU PADA GEDUNG FAKULTAS KIP UNIVERSITAS SAMUDRA. Jurnal Arsitektur ARCADE, 7(2), 207–212. https://doi.org/10.31848/arcade.v7i2.3126