IDENTIFIKASI MODEL SPASIAL HUNIAN BERKONSEP CO LIVING
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v7i2.3100Keywords:
Kriteria spasial co living, co living, hunian terjangkauAbstract
Abstract: Users who live in urban areas find it increasingly difficult to find affordable housing and places to work. The absence of integrated infrastructure facilities in one area has resulted in an additional commuting duration which has an impact on its users. Urban communities do not have much time for social interaction because they spend much time on the road. The impact is that urban communities become lonely in the real world because they rarely interact physically. Most social interactions are carried out through cyberspace, not through spaces for real interaction. Therefore, co living exists to build an integrated ecosystem between spaces for its users. Co living is thought to be suitable for the millennial generation because of the flexibility of its rooms and still having areas of privacy. However, there are no standard co living model criteria so research is needed to identify co living spatial models. This study aims to identify spatial patterns of co living dwellings. The research method was carried out using a qualitative method through precedent studies to obtain indicator criteria for co living. The co living spatial model has spatial patterns that focus on seven variables. From these variables, it is obtained that all ages can use co-living users, private spaces are connected to shared areas or public areas, other supporting concepts support co living concepts, materials adapt to supporting concepts, can be in the form of new buildings or adaptive reuse as well as spatial views placing openings in frequently used rooms.
Keyword: Co-Living, Affordability, Social interactions
Abstrak: Pengguna yang tinggal di perkotaan semakin sulit mendapatkan hunian dan tempat bekerja yang terjangkau. Belum adanya sarana prasarana yang terintegrasi dalam satu kawasan mengakibatkan penambahan durasi commuting yang berdampak pada penggunanya. Masyarakat perkotaan tidak memiliki banyak waktu untuk berinteraksi sosial karena menghabiskan banyak waktu di jalan. Dampaknya masyarakat perkotaan menjadi kesepian di dunia nyata sebab jarang berinteraksi secara fisik. Kebanyakan interaksi sosial dilakukan melalui dunia maya bukan melalui ruang-ruang untuk berinterksi secara nyata. Oleh sebab itu, co living hadir untuk membangun ekosistem yang terintegrasi antar ruang untuk penggunanya. Co living diperkirakan cocok untuk generasi milenial karena kefleksibilitasan ruang-ruangnya dan tetap memiliki area privasi. Namun, saat ini belum ada standar kriteria model co living sehingga dibutuhkan penelitian untuk mengidentifikasi model spasial co living. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola spasial hunian co living. Metode penelitian dilakukan dengan metode kualitatatif melalui studi preseden untuk mendapatkan indikator kriteria dari co living. Model spasial co living memiliki pola ruang yang berfokus pada tujuh variabel. Dari variabel tersebut didapatkan pengguna co living dapat digunakan segala umur, ruang privat terhubung dengan area bersama atau area publik, konsep co living  didukung oleh konsep penunjang lainnya, material menyesuaikan konsep penunjang, dapat berupa bangunan baru maupun adaptive reuse serta view spasial meletakkan bukaan pada ruangan yang sering digunakan.
Kata Kunci: Co living, Keterjangkauan, Interaksi sosial
References
Bloom, Nicholas., Liang, James., Roberts, John., dan Ying, Zhichun Jenny. (2013): Does Working from Home Work? Evidence from a Chinese Experiment. https://www.researchgate.net/publication/256051553_Does_Working_from_Home_Work_Evidence_from_a_Chinese_Experiment
Coricelli, Federico. (2021). The Coâ€â€™s of Coâ€Living: How the Advertisement of Living Is Taking Over Housing Realities. Future Urban Legacy Lab, Politecnico di Torino. (ISSN: 2183–7635) 2022, Volume 7, Issue 1, Pages 296–304.
Clan Living Hotel and Co-living Space. (2022). Website Archdaily. Dari: https://www.archdaily.com/990576/clan-living-hotel-and-co-living-space-ruang-nyaman?ad_source=search&ad_medium=projects_tab. Diakses tanggal 20/10/2022
Collective Old oak (2022). Website Collective Old Oak. Dari: https://www.thecollective.com/locations/old-oak. Diakses tanggal 17/11/2022
Collective Old oak (2017). The Journal Of The American Institute Of Architects Website. Dari:https://www.architectmagazine.com/project-gallery/the-collective-old-oak. Diakses tanggal 29/11/2022
Collective Old Oak. (2021). PLP Labs Architect. https://plplabs.com/the-collective/. Diakses tanggal 29/11/2022
Concious Coliving. Coliving in 2022 & Beyond : What is Coliving? Benefits, Challenges, Types & More https://www.consciouscoliving.com/coliving/ . Diakses tanggal 18/11/2022
Data Backlog PUPR . Website Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia. Dari: https://ppdpp.id/konsep-backlog/. Diakses tanggal 13/11/2022
Data Penduduk Perkotaan di Indonesia dari Mentri Koordinator Bidang Perekonomian 2022, data diperoleh melalui situs internet: https://ekon.go.id/publikasi/detail/3753/pemerintah-dukung-pengembangan-sektor-properti-untuk-penyediaan-hunian-yang-layak-bagi-masyarakat
Kwong, (2015). RE-MADE (IN) HONG KONG: CO-(SHOP)HOUSING People's alternative approach to redevelop Tin Shui Wai New Town.
lyf One-North Co-Living Development / WOHA. 2022. data diperoleh melalui situs internet: https://www.archdaily.com/988293/lyf-one-north-co-living-development-woha?ad_source=search&ad_medium=projects_tab
Nurdini, Allis. (2017). Tipologi Perumahan. Kelompok Keahlian Perumahan dan Permukiman ITB. Penerbit: ITB
Faktor Peningkatan Data Backlog (2021). Website perumahan Dan Kawasan Permukiman (Perkim). Dari: https://perkim.id/
Rabbani, Muhammad Arif. (2022): Trend Work From Anywhere Bagi Kaum Milenial di Era Digital Nomad. https://digitalbisa.id/artikel/trend-work-from-anywhere-bagi-kaum-milenial-di-era-digital-nomad-86M5c
The Collective. (n.d.a). Coâ€living. data diperoleh melalui situs internet: https://www.thecollective.com/coâ€living
Thomsen, Kirsten Hofmann. (2018). Sustainable co-living in an urban context. Colopon.
Vanazzi, Laura. (2019). Co-living: A Strategy for The Future City Housing. Politecnico di Milano Scuola AUIC.











