IDENTIFIKASI INOVASI KONSEP RUANG RUMAH SEDERHANA AKIBAT PERUBAHAN PERSEPSI KEBUTUHAN MASYARAKAT KOTA KUPANG

Authors

  • Alexianus Thomas Miten Uak Universitas Katolik Widya Mandira
  • Reginaldo Christophori Lake Universitas Katolik Widya Mandira
  • Robertus Rayawulan Universitas Katolik Widya Mandira

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v7i1.2204

Keywords:

inovasi, konsep ruang, rumah sederhana, perubahan persepsi

Abstract

Abstract: A simple house is a livable place where the indoor and outdoor spaces are limited, so that it can be a solution to the problem of lack of land and costs to build a house. This concept has been around for a long time and the government has set a minimum standard for a comfortable area in a simple house and has been applied by developers to build throughout Indonesia, including in the city of Kupang. In the process of growth, the people of Kupang City experienced a change in perception regarding the need for space which led to the emergence of new activities, which had an impact on the inability of the existing spaces in modest homes to accommodate new occupants' activities. The purpose of this paper is to identify innovative simple house space concepts due to changes in the perception of the needs of the people of Kupang City. The method used is a qualitative method using Habraken's theory as a basic reference, namely the theory of zoning and spatial components, and data collection using observation and questionnaire methods. The results of this study indicate that changes in the perception of the space requirements of the people of Kupang City have an impact on the addition of new activities to indoor and outdoor spaces resulting in changes to the zoning and patterns of simple residential spaces.

Abstrak: Rumah sederhana ialah tempat kediaman layak huni yang luasan ruang dalam dan luarnya terbatas,  sehingga dapat menjadi solusi mengatasi masalah kurangnya lahan dan biaya untuk membangun rumah tinggal. Konsep ini telah ada sejak lama dan pemerintah telah menetapkan standar minimal luasan yang nyaman pada sebuah rumah sederhana dan telah diaplikasikan oleh pihak pengembang untuk membangun di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kota Kupang. Pada proses bertumbuhnya, masyarakat Kota Kupang mengalami perubahan persepsi terkait kebutuhan ruang yang menyebabkan munculnya aktivitas baru, sehingga berdampak pada ketidakmampuan ruang-ruang yang ada pada rumah sederhana saat ini untuk mengakomodasi aktivitas baru penghuni. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi inovasi konsep ruang rumah sederhana akibat perubahan persepsi kebutuhan masyarakat Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teori Habraken sebagai dasar acuan yaitu teori zonasi dan komponen penyusun ruang, dan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan persepsi kebutuhan ruang masyarakat Kota Kupang berdampak pada penambahan aktivitas baru pada ruang dalam dan luar sehingga mengakibatkan zonasi dan pola ruang hunian sederhana mengalami perubahan.

References

Adlina, Z. I., Sardjono, A. B., & Sari, S. R. (2019). ADAPTASI PERMUKIMAN TERDAMPAK BENCANA ROB (Studi Kasus: Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan). Jurnal Arsitektur ARCADE, 3(1), 21–26. https://doi.org/10.31848/arcade.v3i1.201

Amalia, F. (2020). Analisis Penerapan Konsep Desain Interior Rumah Sehat Sederhana Pada Permukiman Sub-Urban. Planners Insight : Urban and Regional Planning Journal, 3(1), 023–037. https://doi.org/10.36870/insight.v3i1.190

Badan Pusat Statistik Kota Kupang. (2021). Kota Kupang Dalam Angka 2021. In BPS Kota Kupang (Ed.), Kota Kupang Dalam Angka (Vol. 2021, Issue Februari). BPS Kota Kupang.

Badan Standar Nasional Indonesia. (2004). SNI 03-1733-2004 Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. In Badan Standardisasi Nasional. http://sni.litbang.pu.go.id/index.php?r=/sni/new/sni/detail/id/694

Bukit, E. S., Hanan, H., & Wibowo, A. S. (2012). Aplikasi Metode N . J . Habraken pada Studi Transformasi Permukiman Tradisional. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia V, 1(1), 51–62.

Delyuzir, R. D. (2021). KONSEP RUMAH SEDERHANA SEHAT TERHADAP KENYAMANAN RUANG (STUDI KASUS: RUMAH TIPE 18/24, 22/36 & 36/72 di DKI JAKARTA) Simple. JURNAL ARSITEKTA, November, 94–107.

Fikri, M. W. R., & Mahendra, A. S. (2017). Desain Rumah Susun dengan Pendekatan Persepsi Arsitektur. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 6(2), 318–321. https://doi.org/10.12962/j23373520.v6i2.27341

Intyaswati, D., & Supratman, S. (2019). Pengaruh Usia dan Pendidikan Dalam Pembentukan Persepsi dan Opini di Media Change.org. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 23(1), 17–26. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v23i1.100

Lake, R. C. (2020). Pola arsitektur dan makna tradisi pada masyarakat atoni di kampung adat tamkesi.

Luthfiah. (2010). Perubahan bentuk dan fungsi hunian pada rumah susun pasca penghunian. Journal Ruang, 2(September), 34–44. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/RUANG/article/view/728

Nandang, D. (2010). PERSEPSI TREN ARSITEKTUR BANGUNAN MINIMALIS PADA DESAIN ARSITEKTURAL PERUMAHAN. In TATAL (Vol. 7, Issue 83). https://e-jurnal.unisfat.ac.id/index.php/jt/article/download/110/66

Pratama, B. I. A., Wijayanti, W., & Sari, S. R. (2021). PERUBAHAN TERITORI RUANG PADA RUMAH SUBSIDI TIPE 30 (Studi Kasus : Perumahan Mawar Indah, Kendal). Jurnal Arsitektur ARCADE, 5(2), 183. https://doi.org/10.31848/arcade.v5i2.597

Putra, G. P., & Jamila, R. F. (2022). the Effect of Starchitect’S Design on Housing Image According To Residents’ Perception. Modul, 22(1), 31–35. https://doi.org/10.14710/mdl.22.1.2022.31-35

Rahayu, R. L., & Lutvaidah, U. (2017). Persepsi Pemilik Rumah Sederhana Sehat (RSS) Menuju Rumah Sehat Nyaman Tipe 36. H021–H028. https://doi.org/10.32315/ti.6.h021

Rengkung, J. (2012). Kajian Perubahan Bentuk Arsitektur Denah Rumah Tinggal Kaitan Dengan Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Pemukim Pada Perumahan Karyawan Kantor Gubernur Di Winangun Manado. MEDIA MATRASAIN, 9(3), 33–46.

Saragih, J., & Tanjung, M. R. (2021). Perancangan Desain Interior Rumah Tinggal Type 96 2 Lantai Dengan Tema Kontemporer Modern Residential Interior Design Type 96 2 Floors With Modern Contemporary Themes. Jurnal FSD, 2(1), 12–24.

Sufani, E., & Hardi, J. (2019). Satuan Rumah Susun Sederhana Milik the Golf. Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan, 8, 133–140. https://doi.org/10.22441/vitruvian.2019.v8i3.004

Timoticin, K. (2003). Analisis Kepuasan Penghuni Rumah Sederhana Tipe 36 Di Kawasan Sidoarjo Berdasarkan Faktor Kualitas Bangunan, Lokasi, Desain, Sarana Dan Prasarana. DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR, 31(2), 124–132.

Triyuly, W. (2013). Identifikasi Pembangunan Type Rumah Perumahan Di Kota Palembang. Jurnal Rekayasa Sriwijaya, 22(1), 1–7.

Wicaksono, E. A. (2017). PENERAPAN METODE SUPPORT DAN DETACHABLE UNIT BERBASIS KONSTRUKSI PRACETAK C-PLUS DAN BAMBU PLASTER KOMPOSIT STYROFOAM PADA PERANCANGAN RUSUNAWA Obyek Studi: Permukiman di Kawasan Urban Rancacili [UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN BANDUNG]. In Idealog: Ide dan Dialog Desain Indonesia (Vol. 2, Issue 1). https://doi.org/10.25124/idealog.v2i1.1181

Downloads

Published

2023-03-21

How to Cite

Uak, A. T. M., Lake, R. C., & Rayawulan, R. (2023). IDENTIFIKASI INOVASI KONSEP RUANG RUMAH SEDERHANA AKIBAT PERUBAHAN PERSEPSI KEBUTUHAN MASYARAKAT KOTA KUPANG. Jurnal Arsitektur ARCADE, 7(1), 119–127. https://doi.org/10.31848/arcade.v7i1.2204