PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU, STUDI KASUS PERUMAHAN PONDOK CIKUNIR INDAH, BEKASI

Authors

  • Victor Joel Manusama Universitas Kristen Indonesia
  • Uras Siahaan Universitas Kristen Indonesia
  • Margareta Maria Sudarwani Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v7i2.1870

Keywords:

Green Open Space

Abstract

Abstract: Green open space (GOS) can guarantee the sustainability of the urban development of settlements. The use of green open space, among others, is to accommodate children's play activities and community gatherings and maintain the ecosystem in the region. However, along with its growth, the function of the GOS is often misused by residents, one of which is as a car park, business activities (grocery stores) and the indifference of residents in managing greening land (parks) that are left abandoned. This research is located in the city of Bekasi which is one of the satellite cities of Jakarta and has a fairly high population density. The object of observation is located in jatibening village, pondok cikunir indah housing complex. This study aims to determine the utilization and role of GOS in community settlement areas and identify the type and characteristics as well as the quality and quantity of GOS. Data collection in addition to literature studies is also through interviews / interviews with respondents (housing residents) and direct documentation on the object of observation.

Keyword: green open space, the residential of pondok cikunir indah

Abstrak: Ruang terbuka ‘hijau (‘RTH) dapat menjamin keberlanjutan perkembangan perkotaan permukiman. Pemanfaatan ruang terbuka ‘hijau antara lain adalah untuk menampung aktivitas bermain anak dan temu warga serta menjaga ekosistem di wilayah tersebut. Namun seiring pertumbuhannya, fungsi dari ‘RTH sering disalahgunakan warga salah satunya sebagai tempat parkir mobil, aktifitas bisnis (toko kelontong) serta ketidakpedulian warga dalam mengurus lahan penghijauan (taman) yang dibiarkan terbengkalai. Penelitian ini berlokasi di kota Bekasi sebagai kota satelit Jakarta yang memiliki kepadatan masyarakat tinggi. Objek pengamatan terletak di kelurahan Jatibening, kompleks perumahan Pondok Cikunir Indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan peranan ‘RTH di kawasan permukiman masyarakat serta melakukan identifikasi tipe dan karakteristik serta kualitas dan kuantitas ‘RTH. Pengumpulan data selain melalui studi literatur juga melalui wawancara/interview dengan narasumber (penghuni/pengurus perumahan) serta dokumentasi langsung pada objek pengamatan.

Kata Kunci: ruang terbuka ‘hijau, perumahan pondok cikunir indah

References

Anonim. 2007. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang

[BAPPEDA] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi. 2007. Laporan Penyususnan Rencana Induk Penataan, Pengelolaan, dan Pengendalian Ruang terbuka ‘hijau Kota Bekasi. Kota Bekasi [BAPPEDA] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi. 2010. Kota Bekasi Dalam Angka 2009. Kota Bekasi

Direktorat Jenderal Penataan Ruang. 2006. Ruang terbuka ‘hijau Sebagai Unsur Utama Tata Ruang Kota. Direktorat Jendral Penataan Ruang. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta

Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. 2008. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang terbuka ‘hijau di Kawasan Perkotaan. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta

Hakim, Rustam. 1987. Unsur Perancangan Dalam Arsitektur Lansekap. Bina Aksara. Jakarta.

Hendrawan A. 2003. Optimalisasi Ruang terbuka ‘hijau Untuk Remaja (Studi Kasus: Empat Ruang terbuka ‘hijau di DKI Jakarta). PSIL PPS UI. Jakarta.

Koohsari, M. J., Mavoa, S., Villanueva, K., Sugiyama, T., Badland, H., Kaczynski, A. T., Owen, N. & Giles-Corti, B. 2015. Public Open Space, Physical Activity, Urban Design And Public Health: Concepts, Methods And Research Agenda. HEALTH & PLACE, 33, PP. 75-82

Purnomohadi, Ning. 2006. Ruang Terbuka Hijau Sebagai Unsur Utama Tata Ruang Kota. Direktorat Jendral Penataan Ruang, Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.

Senanayake, I.P, Wlivitiya, W.D.D.P dan Nadeeka, P.M. 2013. “Urban Green Spaces Analysis For Development Planning In Colombo, Srilanka, Utilizing Theos Satelitte Imagery – A Remote Sensing and GIS Approach,†dalam Jurnal Urban Forestry & Urban Greening 12,307-314, http://dx.doi.org/10.1016/j.ufug.2013.03.011.

Siahaan et al. 2021. Energi Terbarukan dan RPTRA Kota Layak Anak di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2021, 1-10.

Supardi. 2005. Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: UII Press

Sudarwani, M. & Ekaputra, Y. 2017. Kajian Penambahan Ruang terbuka ‘hijau di Kota Semarang. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan 19, (1), 47-56.

Tambunan et. al. 2021. Pengaruh Ruang Terbuka Hijau Terhadap Psikologi Masyarakat di Kota Bekasi Khususnya Kecamatan Jatiasih. Dalam Jurnal Arsitektura Vol.19, 297-306.

Yusnilaningsih R. 2019. “Bekasi Tak Sanggup Penuhi Ruang terbuka ‘hijau 30%â€. PikiranRakyatCom. https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01311502/bekasi-tak-sanggup-penuhi-ruang-terbuka-hijau-30# [25 Juni 2022].

Zoer’aini. 2003. Prinsip-Prinsip Ekologi, Ekosistem, Lingkungan, dan Pelestariannya. Bandung: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2023-07-01

How to Cite

Manusama, V. J., Siahaan, U., & Sudarwani, M. M. (2023). PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU, STUDI KASUS PERUMAHAN PONDOK CIKUNIR INDAH, BEKASI. Jurnal Arsitektur ARCADE, 7(2), 282–288. https://doi.org/10.31848/arcade.v7i2.1870