KAJIAN TATA KELOLA KOTA TUA MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG LAMPUNG SEBAGAI KAWASAN CAGAR BUDAYA
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v7i2.1410Keywords:
Cagar Budaya, Menggala, Tata KelolaAbstract
Abstract: Menggala City has several strategic areas to be preserved, such as in the East Menggala area, Gedong Aji, Old Market, and River Harbor, so that these areas can be used as Cultural Heritage Areas, because there are historical buildings, in the form of a king's staircase site, ancestral tombs. and traditional houses on stilts. This research was conducted to analyze the Menggala Old Town Area as a city that has many historical relics, as well as to organize the Management of the Menggala Old Town Area to become a Cultural Heritage Area and a tourist destination. The method applied uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques through direct observation, interviews, questionnaires, and photo documentation. The results obtained by the Management of the old town area of Menggala City have not been properly touched by the local government, traditional leaders and the people in Menggala City. Development of concepts in the management of Cultural Heritage Areas, it is necessary to place areas and management that are intended as cultural centers so that sustainability is maintained. As well as the need for support and commitment from the local government in preserving the Menggala old city as a cultural heritage area
Keyword: Cultural Heritage, Menggala, Governance
Abstrak: Kota Menggala salah satu kota tua yang perlu di lestarikan, seperti di daerah Menggala Timur, Gedong Aji, Pasar Lama, dan Pelabuhan Sungai, sehingga di daerah tersebut bisa dijadikan sebagai Kawasan Cagar Budaya, karena terdapat bangunan bersejarah, berupa situs tangga raja, makam leluhur dan bangunan tradisional rumah panggung. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Kawasan Kota Tua Menggala sebagai kota yang mempunyai banyak peninggalan bersejarah, dan perlu ditata Kelola Kawasan Kota tua Menggala agar dapat dijadikan Kawasan Cagar Budaya dan destinasi wisata. Metode penelitian yang diterapkan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan atau observasi langsung di lapangan, interview atau wawancara, serta foto dokumentasi. Hasil yang didapat tata kelola Kawasan kota tua kota Menggala belum terjamah dengan baik dari pemerintah daerah, tokoh adat maupun masyarakat yang ada di kota Menggala. Pengembangan konsep dalam tata Kelola Kawasan Cagar Budaya, diperlukan adanya penempatan Kawasan dan tata Kelola yang memang peruntukannya sebagai pusat budaya agar kelestarian tetap terjaga. Hal ini perlukan kerjasama antara masyarakat dan komitmen dari pemerintah daerah dalam melestarikan kota tua Menggala sebagai Kawasan cagar budaya
Kata Kunci: Cagar Budaya, Menggala, Tata kelola Â
References
BPS Kabupaten Tulang Bawang(2022), Kecamatan Menggala Dalam Angka, 2022
BPS Kabupaten Tulang Bawang( 2021) , Statistik Daerah Tulang Bawang, 2021
Dewa Gde Satrya, Agoes Tinus Lis Indrianto, (2016) CSR Untuk Cagar Budaya Surabaya, Jurnal Ilmiah Pariwisata-STP Trisakti, VOL 21, NO 1
Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (2021) KEBIJAKAN PELESTARIAN WARISAN BUDAYA
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, (2018) Kota Tua Menggala, Direktori Pariwisata Indonesia,
Mirna Octayani, Ali Imron dan Iskandar Syah (2015) DESKRIPSI PASAR TRADISIONAL DI KELURAHAN MENGGALA KOTA KECAMATAN MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG, Jurnal FKIP Universitas Lampung.
Monograf Forum Lampung Sinergi, (2021), LOKALITAS LAMPUNG, Menemukan Jati Diri Kota dan Kabupaten di Provinsi Lampung
Muhammad Akbar Rafsyanjani, Ari Widyati Purwantiasning (2021), Kajian Konsep Teori Lima Elemen Citra Kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta, Journal Home Page: http://journal.uin-alauddin.ac.id
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, (2012), Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tulang Bawang 2012-2032.
Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang No.05/TB/2014, tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten Tulang Bawang.
Perpustakaan Nasional (2021), Cagar Budaya Bangka Barat
Rani Amelia Putri (2018), Modul Sejarah Lembaga Adat Megow Pak Tulang Bawang, diterbitkan oleh Program Study Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhamadiyah Metro
Suryanto, Ahmad Djunaedi, dan Sudaryono, (2015), Aspek Budaya Dalam Keistimewaan Tata
Suzanna Ratih Sari, Arnis Rochma Harani, Hermin Werdiningsih (2017), Pelestarian dan Pengembangan Kawasan Kota Lama Sebagai Landasan Budaya Kota Semarang, Jurnal MODUL Vol.17 No.1.
W. Djuwita Sudjana Ramelan, Supratikno Rahardjo, Karina Arifin, (2015) MODEL PEMANFAATAN KAWASAN CAGAR BUDAYA TROWULAN BERBASIS MASYARAKAT, Jurnal AMERTA, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Vol. 33 No. 1,
Yoyok Agustina. Ari Widyati Purwantiasning. Lutfi Prayogi, (2018), Penerapan Konsep Arsitektur Perilaku pada Penataan Kawasan Zona 4 Pekojan Kota Tua Jakarta, Jurnal Arsitektur PURWARUPA Volume 2 No 2











