SETTING PLAYGROUND TAMAN BUMIREJO SEMARANG TERHADAP PRIVASI DAN KEAMANAN ANAK
DOI:
https://doi.org/10.31848/arcade.v6i3.1129Keywords:
Arsitektur, Lingkungan Binaan, Perancangan perkotaanAbstract
Abstract: Playgrounds have an important role in fulfilling the basic rights of children, namely playing. To realize a child-friendly playground, in its design it is important to pay attention to the involvement of children and parents as users. This is because individual experiences will affect a person's behaviour patterns towards a setting. This process is carried out by humans to be able to achieve comfort, including those that are part of privacy and savety. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This study aims to determine the relationship between privacy and savety in influencing the formation of behavioural patterns that occur at the Taman Bumirejo Semarang playground setting. The results showed that a playground setting that meets the savety attributes will be able to fulfil the child's sense of privacy so that the child can be free, comfortable, and happy when playing.
Â
Abstrak: Taman bermain anak atau playground memiliki peran penting dalam memenuhi hak dasar anak yaitu bermain. Untuk mewujudkan playground yang ramah anak, dalam perancangannya penting untuk memperhatikan adanya keterlibatan anak dan orang tua sebagai pengguna. Hal ini karena pengalaman individu akan mempengaruhi pola perilaku seseorang terhadap suatu setting. Proses ini dilakukan manusia untuk dapat mencapai kenyamanan, termasuk yang menjadi bagian didalamnya adalah privasi dan keamanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara privasi dan keamanan dalam mempengaruhi terbentuknya pola perilaku yang terjadi pada setting playground Taman Bumirejo Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setting playground yang memenuhi atribut keamanan, akan dapat memenuhi rasa privasi anak sehingga anak dapat leluasa, nyaman, dan senang ketika bermain.
References
Altman, I., & Zube, E. H. (1989). Public Place and Spaces. New York: Plenum Press.
Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: Rineka Cipta.
Astuti, S. B. (2018). Personalisasi Ruang Sebagai Fenomena Khusus Perilaku Privasi (Studi Kasus Hunian Vertikal Apartemen yang Tidak Terintegrasi). Disertasi, 17-20.
Atkinson, R. L. (1983). Pengantar Psikologi dalam Arsitektur Lanskap . Jakarta: Bumi Aksara.
Carmona, M., Heath, T., OC, T., & Tiesdell, S. (2003). Public Space - Urban Space, The Dimensions of Urban Design. Burlington: Architectural Press.
Carr, S., Francis, M., Rivlin, L. G., & Stone, A. M. (1992). Public Space. New York: Cambridge University Press.
Churchman, A. (2010). Is There a Place for Children in the City? Journal of Urban Design, 99-111.
Haryadi, & Setiawan, B. (1995). Arsitektur Lingkungan dan Perilaku. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kristanto, H. S. (2004). Persepsi Pengguna Taman Terhadap Taman Menteri Soepeno Ditinjau Dari Atribut Privasi, Kenyamanan, dan Keamanan. Tesis.
Laurens, J. M. (2004). Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: PT Grasindo.
Purwanto, E. (2016). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sabri, C. R., & Abbaspourasadolah, J. (2014). Principles of Nature in the Design of Playgrounds. International Journal of Architecture, Engineering and Construction, 210-223.
Sarosa, W. (2020). Kota Untuk Semua - Hunian Yang Selaras Dengan Sustainable Development Goals dan New Urban Agenda. Jakarta: Expose.
Sensoy, G., & Inceoglu, M. (2015). Design Guide for Playgrounds. Journal of Civil Engineering and Architecture, 1390-1398.
Weisman, J. (1981). Modeling Environmental Behavior System. Journal of Man Environmental Relation.
Windley, P. G., & Scheidt, R. J. (2006). The Well - Being of Older Persons in Small Rural Towns: A Town Panel Approach. Educational Gerontology, 355-373.











