PENGARUH SETING SKYBRIDGE PANDANARAN TERHADAP ATRIBUT KENYAMANAN DAN AKSESIBILITAS PENGGUNA

Authors

  • Permata Widianingrum Universitas Diponegoro
  • Djoko Indrasaptono Universitas Diponegoro
  • Siti Rukayah Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v6i3.1111

Keywords:

Skybridge, Convenience, Accessibility

Abstract

Abstract: Pandanaran is one of the most congested roads in Semarang city, which is strategically located and known as the center of souvenir area of Semarang. The souvenir center on Jalan Pandanaran is often considered a source of congestion due to the unorganized parking area on the side of Pandanaran street. To slove this problem, Semarang City Government built a parking building at Semarang City Health Office. The parking building has 11 floors that can accommodate cars and motorbikes and equipped with elevator and Skybridge as connecting route. However, in reality there are still many people not to use the skybridge. The purpose of this research to determine the effect of Pandanaran skybridge setting on the convenience and accessibility attributes users of Pandanaran street. This research uses descriptive quantitative methods with research data obtained through questionnaires. Data analysis used descriptive statistical analysis techniques and place-centered mapping. The result of this research is that many visitors to the souvenir center use skybridge as the main link between the parking building and the souvenir area. Some of the reasons visitors use skybridge to get to the souvenir area is short travel time, providing a sense of convenience and safety.

Abstrak: Pandanaran merupakan salah satu jalan yang cukup padat di Kota Semarang yang terletak strategis dan dikenal sebagai pusat oleh-oleh Semarang. Pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran seringkali dianggap menjadi sumber kemacetan dikarenakan tidak tertatanya area parkir di sisi Jalan Pandanaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Semarang membangun gedung parkir yang menempati lahan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Gedung parkir tersebut memiliki 11 lantai yang dapat menampung mobil dan motor serta dilengkapi lift dan skybridge sebagai jalur penghubung. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang lebih memilih untuk tidak menggunakan skybridge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terkait seting skybridge pandanaran terhadap atribut kenyamanan dan aksesibilitas pengguna jalan pandanaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data penelitian yang diperoleh melalui kuesioner. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan place-centered mapping. Hasil dari penelitian ini adalah banyak pengunjung pusat oleh-oleh yang menggunakan skybridge sebagai penghubung utama antara gedung parkir menuju Kawasan oleh-oleh. Beberapa alasan pengunjung menggunakan skybridge untuk menuju pusat oleh-oleh salah satunya waktu tempuh yang singkat serta memberikan rasa nyaman dan aman

References

Alfanadi Agung Setiyawan, Suzanna Ratih Sari, and Agung Budi Sardjono. 2020. “Persepsi Atribut Pedagang Kaki Lima Terhadap Pemanfaatan Trotoar Pandanaran.†ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 5 (2): 287–96. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.436.

Atkinson, R. L. (1983). Pengantar Psikologi dalam Arsitektur Lanskap. Jakarta: Bumi Aksara.

Bhirawan, Bio, Djoko Indrosaptono, and Suzanna Ratih Sari. 2018. “HUBUNGAN SETING JPO DENGAN ATRIBUT AKSESIBILITAS DAN PRIVASI (Studi Kasus: JPO Pasar Karang Ayu, Semarang).†Jurnal Arsitektur ARCADE 2 (3): 127. https://doi.org/10.31848/arcade.v2i3.79.

Indrosaptono, Djoko, and Hening Triastity. 2021. “How Does the Bridge Design Affect the Behavior of Pedestrian Bridge Users?: A Case Study in Pandanaran Skybridge Corridor Semarang.†Research Horizon 1 (6): 244–53. https://doi.org/10.54518/rh.1.6.2021.244-253.

Mashuri, and Muhammad Ikbal. 2011. “Studi Karakteristik Pejalan Kaki Dan Pemilihan Jenis Fasilitas Penyeberangan Pejalan Kaki Di Kota Palu (Studi Kasus : Jl. Emmi Saelan Depan Mal Tatura Kota Palu).†Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Transportasi I (2): 69–79.

Sarwono, Sarlito Wirawan. (1992). Psikologi Lingkungan. Jakarta: Grasindo.

Wardianto, Gatoet, Eko Budihardjo, and Eddy Prianto. 2009. “Tuntutan Atribut Persepsi Pejalan Kaki Pada Penggunaan Jembatan Penyeberangan Di Jatingaleh Semarang.†Dinamika Teknik SIpil, no. 072059: 194–200.

Weisman, J. (1981) Modeling Environmental Behavior System. Pensilvania: Journal of Man Environmental Relation.

Wood, Antony, and Daniel Safarik. 2019. “Skybridges : A History and a View to the Near Future†8 (1): 1–18.

Downloads

Published

2022-11-18

How to Cite

Widianingrum, P., Indrasaptono, D., & Rukayah, S. (2022). PENGARUH SETING SKYBRIDGE PANDANARAN TERHADAP ATRIBUT KENYAMANAN DAN AKSESIBILITAS PENGGUNA. Jurnal Arsitektur ARCADE, 6(3), 373–380. https://doi.org/10.31848/arcade.v6i3.1111