PENILAIAN KEBERLANJUTAN KOTA TERHADAP KETAHANAN ENERGI DAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPIS) (Studi Kasus Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi )

Authors

  • Riyan Hermawan Universitas Kristen Indonesia
  • Uras Siahaan Universitas Kristen Indonesia
  • Margareta Maria Sudarwani Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v6i3.1097

Keywords:

Analytic Hierarchy Process, Key Performa Indicator, Sustainable Development Goals 2030.

Abstract

Abstract: During development process, incorporation of urban aspects becomes important thing, on the other side it has been recognized that environmental damage and effects global warming are serious threat; this is also exacerbated by the level of density, as well as high urban population activities. Thus, the different application methods, techniques and assessment instruments for sustainable cities needs to be realized, this aims to find out how cities can become more sustainable in future. The method applied to solve problem is to use Key performance indicators (KPIs) for assessing aspects urban sustainability, especially in terms of energy resilience and infrastructure. This research was conducted using the method of selecting several points from KPIs related to energy resilience and infrastructure to measure sustainability performance at urban level using the Analytic Hierarchy Process (AHP) approach. The results are then applied to the sustainable urban planning process. This model was then tested and applied in a case study based on Tarumajaya sub-district. Until finally, this research can provide knowledge about strategies for implementing KPIs to improve city sustainability and can be developed by applying indicators into urban planning to support Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Abstrak: Selama proses pembangunan, penggabungan dari aspek-aspek perkotaan menjadi hal yang penting, disisi lain telah diketahui bahwa kerusakan lingkungan dan efek pemanasan global menjadi ancaman serius; hal ini juga diperparah dengan tingkat kepadatan, serta aktifitas penduduk kota yang tinggi. Dengan demikian, penerapan metode, teknik, dan instrumen penilaian yang berbeda untuk kota berkelanjutan perlu untuk direalisasikan, hal ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana kota bisa menjadi lebih berkelanjutan di masa yang akan datang. Metode yang diterapkan untuk penyelesaian permasalahan adalah menggunakan Key performance indicators (KPIs) untuk penilaian aspek keberlanjutan kota khususnya pada segi ketahanan energi dan infrastruktur, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan kota berkelanjutan dimana pembangunan dan lingkungan dapat saling terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemilihan beberapa poin dari KPIs yang berkaitan dengan ketahanan energi dan infrastruktur untuk mengukur kinerja keberlanjutan di tingkat perkotaan dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). yang kemudian hasilnya diaplikasikan kedalam proses perencanaan kota keberlanjutan. Model ini kemudian diuji dan diterapkan dalam studi kasus berdasarkan keadaan kecamatan Tarumajaya. Hingga akhirnya, Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang strategi penerapan KPIs untuk meningkatkan keberlanjutan kota serta dapat dikembangkan dengan mengaplikasikan indikator ke dalam perencanaan kota untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

References

Awad, J., & Jung, C. (2022). Extracting the Planning Elements for Sustainable Urban Regeneration in Dubai with AHP (Analytic Hierarchy Process). Sustainable Cities and Society, 76, 103496. https://doi.org/10.1016/j.scs.2021.103496

Emina, A. (2015). Sustainability and resilience assessment of urban energy systems : Analysis from four selected Asian and European cities Urban Environmental Management and Climate Change Sustainability and resilience assessment of urban energy systems : Analysis from fou. SEPTEMBER 2014.

Fonseca, L. M., Domingues, J. P., & Dima, A. M. (2020). Mapping the sustainable development goals relationships. Sustainability (Switzerland), 12(8), 1–15. https://doi.org/10.3390/SU12083359

H. Abdurrahmat Fathoni. (2006). Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. 149.

Hristov, I., & Chirico, A. (2019). The role of sustainability key performance indicators (KPIs) in implementing sustainable strategies. Sustainability (Switzerland), 11(20). https://doi.org/10.3390/su11205742

Musianto, L. S. (2002). Perbedaan Pendekatan Kuantitatif Dengan Pendekatan Kualitatif Dalam Metode Penelitian. Jurnal Manajemen Dan Wirausaha, 4(2), 123–136. https://doi.org/10.9744/jmk.4.2.pp.123-136

Rosales, N. (2011). Towards the modeling of sustainability into urban planning: Using indicators to build sustainable cities. Procedia Engineering, 21, 641–647. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2011.11.2060

Smiciklas, J. (2017). Collection Methodology for Key Performance Indicators for Smart Sustainable Cities.

Tauhid, D. (2018). ENERGI BERSIH DAN TERJANGKAU BERDASARKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs). Artikel Energi Bersih Dan Terjangkau.

Vargas-Hernández, J. G., & Zdunek-Wielgołaska, J. (2021). Urban green infrastructure as a tool for controlling the resilience of urban sprawl. Environment, Development and Sustainability, 23(2), 1335–1354. https://doi.org/10.1007/s10668-020-00

Downloads

Published

2022-11-18

How to Cite

Hermawan, R., Siahaan, U., & Sudarwani, M. M. (2022). PENILAIAN KEBERLANJUTAN KOTA TERHADAP KETAHANAN ENERGI DAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPIS) (Studi Kasus Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi ). Jurnal Arsitektur ARCADE, 6(3), 398–402. https://doi.org/10.31848/arcade.v6i3.1097