KAJIAN KELAYAKAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA KAWASAN STASIUN PONDOK CINA

Authors

  • Devi Dwi Erianti Diponegoro University
  • Agung Budi Sardjono Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.31848/arcade.v6i3.1046

Keywords:

Arsitektur, Perancangan Kota, Lingkungan Binaan

Abstract

Abstract: As a public facility, stations must meet the needs of their users including pedestrian paths. The feasibility of the pedestrian paths can be seen from various aspects such as the width of the street and the comfort of the user. In Indonesia most of the pedestrian paths do not meet the specified criteria or even do not have the pedestrian paths. To verify, a survey was conducted in the area of Pondok Cina Station. The research method used is qualitative with a case study approach to analyse and explain existing problems and compare them with related literature. The results of the study show the feasibility of a pedestrian facility that can be used as a design recommendation.

Abstrak: Sebagai fasilitas publik, stasiun harus memenuhi kebutuhan pengguna. Salah satunya jalur pejalan kaki dimana kelayakan dari jalur pejalan kaki ditinjau dari beberapa aspek, salah satunya adalah lebar ruang jalan dan kenyamanan pejalan kaki sebagai pengguna. Tidak jarang fasilitas pejalan kaki tidak sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Untuk meninjau kelayakan tersebut dilakukan studi pada kawasan Stasiun Pondok Cina, Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis dan menggambarkan permasalahan yang ada lalu dibandingkan dengan studi literatur terkait. Hasil dari penelitian dapat diketahui kelayakan fasilitas pejalan kaki yang dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam perancangan.

References

Carmona, M., Magalhaes, C. d., & Hammond, L. (2008). Public Space The Management Dimension. New York: Routledge.

Grigg, N. S. (1988). Infrastructure Engineering And Management. Canada: John Wiley & Sons.

Wahyuningsih, S. (2013). Metode Penelitian Studi Kasus. Madura: UTM Press.

Yusuf, A. M. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, Dan Penelitian Gabungan (1st ed.). Jakarta: Kencana.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 2009. Jakarta: DPR RI

Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/SE/M/2018 tentang Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. 2008. Jakarta: Menteri PUPR

Anjani, A. N., & Ariastita, P. G. (2021). Evaluasi Penerapan Konsep Universal Design di Stasiun Surabaya Gubeng. Jurnal Teknik ITS Vol. 10, No. 2, 169.

Bonita, T., & Lukman, A. L. (2022). Accessibility Evaluation Of The Transit Plaza Of Tanah Abang Station According To Users With Visual Impairment. Jurnal Risa.

Distefano, N., Pulvirenti, G., & Leonardi, S. (2020). Neighbourhood walkability: Elderly's priorities. Research in Transportation Business & Management.

Pratiwi, V. A., & Sitorus, F. J. (2019). Analisis Kinerja Fasilitas Pejalan Kaki Dengan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus Bintaro Jaya Xchange - Stasiun Jurangmangu). Widyakala Journal, 128-130.

Samsu. (2017). Metode Penelitian: (Teori dan Aplikasi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Mixed Methods, serta Research & Development). Jambi: Pusaka Jambi.

Suwarlan, S. A. (2020). Identifikasi Jalur Pedestrian Panglima Besar Sudirman Nganjuk Sebagai Koridor Yang Livable. Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 03 No 01.

Wowor, V. D., Kumurur, V. A., & Lefrandt, L. I. (2019). Urban Walkability Di Kota Manado (Studi Kasus: Kec. Mapanget). Jurnal Spasial Vol. 6 No. 1, 179.

Downloads

Published

2022-11-18

How to Cite

Erianti, D. D., & Sardjono, A. B. (2022). KAJIAN KELAYAKAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA KAWASAN STASIUN PONDOK CINA. Jurnal Arsitektur ARCADE, 6(3), 418–422. https://doi.org/10.31848/arcade.v6i3.1046