Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis Android (Studi Kasus di Cianjur)
DOI:
https://doi.org/10.31848/justise.v1i02.3372Abstract
Banjir sering terjadi di Indonesia. Terlebih khusus pada daerah jawa barat yang mempunyai luas wilayah 35.377.76 km2 yang memiliki 27 kabupaten/kota yang meliputi 18 kabupaten, 9 kota, 627 kecamatan, dan 2.957 desa. Di jawa barat khusnya wilayah kabupaten cianjur yang mempunyai potensi bahaya banjir sekitar 16.903(Ha) perkiraan jiwa terpapar 215.010, dan potensi kerugian material sekitar Rp 882.592 Milyar.
Untuk membantu dalam segi monitoring peringatan dini banjir menggunakan Mikrokontroler, yang mana untuk mengetahui ketinggian air mealui sensor Ultrasonik HC-SR04 lalu diproses oleh Mikrokontroler LGT8F328P. hasil pengukuran ketinggian dikirimkan kepada aplikasi melalui komunikasi data dengan perangkat Bluetooth HM-10 yang saling terhubung satu sama lain. Yang mana didalam aplikasi nya menampilkan data ketinggian air secara realtime.
Hasil pengujian yang telah dilakukan dapat melakukan monitoring ketinggian air yang berpotensi mengakibatkan banjir melaluli aplikasi android yang mendapatkan data dari sensor Ultrasonik. Yang mana dengan menggunakan sensor Bluetooth HM-10 sebagai media komunikasi data pengirim sinyal dengan jangkauan 5 – 10 meter dari lokasi pintu air cukup dibilang optimal, dan dengan tingkat akurasi dalam pengukuran ketinggian air dengan sensor ultrasonic HC-SR04 sebesar 98% itu sudah cukup bagus. Didalam aplikasi ini terdapat 4 status level ketinggian banjir yaitu Aman, Waspada, Kritis, Bencana.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Muhamad Irfan, Jentot Tugiyono, Alkautsar Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




